Motivasi Kemendikbudristek Dukung Pembelajaran Kondusif dan Aman di PAUD

 

selidikkasus.com- Oleh
Nia Nur Pratiwi (Bidang RPK PC IMM Banyumas) Pandemi covid-19 merupakan salah satu hal yang menjadikan banyak perubahan sistem pada setiap jenjang pendidikan, tidak terkecuali oleh lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang sudah melalui berbagai macam penyesuaian secara signifikan.

Banyak perubahan yang terjadi dalam sistem pembelajaran di Indonesia, apalagi dalam sistem pembelajaran yang dialami oleh
anak-anak usia dini dan masih butuh bimbingan dari orang tua maupun tenaga pendidik yang sesuai dengan usia dan kemampuannya.

Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah memberikan izin untuk Pembelajana Tatap Muka (PTM) diselenggarakan di PAUD dengan menyelenggarakan acara bertajuk Hari Inspirasi OASE Kabinet Indonesia Maju Bergerak bersama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Berkualitas yang bekerjasama dengan Organisasi Online Academic Service for E-Learning (OASE) untuk kemudian diresmikan oleh Ibu Wakil Presiden, Wury Esty Handyani pada tanggal 4 November 2021.

Dalam rilis Kemendikbudristek pada
tanggal 6 November yang memberikan penjelasan bahwasannya pembelajaran Tatap Muka adalah karena ada beberapa panduan yang wajib dan harus dimiliki oleh setiap lembaga PAUD yang akan menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka.

Seluruh Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau seluruh tenaga
pendidik yang ada dilembaga PAUD digerakkan, karena merekalah yang
menggerakkan dan membina layanan pendidikan bagi anak usia dini. Ini merupakan satu momentum yang baik untuk menentukan langkah dalam menggalang dukungan dalam penyelanggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di PAUD dengan kondusif.
Aman dan berkelanjutan (sustainable).

Penyelanggaraan Pembelajaran ini tidak semata-mata untuk tatap muka saja, melainkan dengan sistem blanded Learning atau kombinasi antara Online dan Offline. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa peserta didik menginginkan tetap bisa offline
walaupun dalam kondisi kelas yang belum sepenuhnya melaksanakan pembelajaran luring, dan masih harus menyesuaikan dengan sistem yang ada pada saat ini.

Bagi Mendikbudristek PAUD merupkan lembaga pendidikan yang jauh dari kata efektif untuk menggunakan Payung landasan untuk sepenuhnya menggunakansistem offline
karena itulah semua elemen dliatkan untuk menyongsong hubungan yang baik, baik dari tingkat desa dan dinas pendidikan setempat.

Dalam penyelenggaraan sebuah lembaga pendidikan PAUD hadir pula Najeela Shihab dan Mendikbudristek Nadhiem Makarim yang konsen dalam penyelenggaraan pendidikan, dan mendukung penuh pelaksanaan sistem semacam ini. Adanya kombinasi menurut Nadiem Makarim gerakan ayo kembali ke sekolah secara akan
terealisasi jika dalam berjalannya hal ini, semua sistem dapat berjalan dengan lancar, apabila semua elemen saling mendukung, kaena dukungan dan dorongan orang tua sangat membantu peran pendidik untuk memberikan pemaksimalan Pembelajaran
Tatap Muka Secara Kondusif secara 100% apabila terdapat kekompakan dalam mendukung program. Hal ini dikutip dalam rilis berita yang disampaikan oleh kemendikbudristek pada tanggal 6 November 2021.

(Nia/Jof/awi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*