PBH PEKAR Audiensi dengan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Perjuangkan Kepastian Usaha Driver Lokal Bandara

 

 

Badung, Bali – Pusat Bantuan Hukum Pemuda Karangasem (PBH PEKAR) bersama jajaran Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Solidaritas Sosial Pemuda Karangasem (PEKAR) melaksanakan audiensi terkait berbagai kendala yang dialami para driver transportasi konvensional dan travel yang beroperasi di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PEKAR, I Gusti Putu Budiadnyana, S.H., M.H., QWP, didampingi Dewan Pembina PEKAR, Dr. I Gusti Ngurah Muliarta, S.H., M.H., CLA dan Dra. I Gusti Ayu Laraswati W.B., S.H., M.Si, beserta jajaran pengurus DPP PEKAR, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Penerbang David Dwi Martin W., S.M., beserta seluruh jajaran yang telah menerima dan memfasilitasi audiensi tersebut.

 

Ketua Umum PEKAR menjelaskan bahwa PEKAR merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang memiliki anggota dari berbagai sektor usaha, termasuk sektor transportasi darat yang selama ini dikenal sebagai Driver PEKAR.

 

Menurutnya, tujuan utama audiensi ini adalah membangun komunikasi dan mencari solusi bersama demi terciptanya ketertiban, keamanan, serta kepastian usaha bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada sektor transportasi di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

 

Saat ini, anggota PEKAR yang berprofesi sebagai driver travel dan transportasi konvensional mencapai sekitar 700 orang, dengan sekitar 300 hingga 500 driver di antaranya menjalankan aktivitas usahanya di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak tahun 1998.

 

“Mereka merupakan bagian dari masyarakat lokal Bali yang selama puluhan tahun menggantungkan kehidupan keluarga mereka pada sektor transportasi wisata dan layanan bandara. Mereka bukan pelaku usaha ilegal. Mereka memiliki kendaraan, izin, dan dokumen yang sah, serta turut berkontribusi dalam mendukung industri pariwisata Bali,” ujar Budiadnyana.

 

Lebih lanjut disampaikan bahwa selama ini PEKAR telah melakukan pembinaan terhadap ratusan driver melalui berbagai program, antara lain pendampingan hukum, pembinaan disiplin, edukasi pelayanan kepada wisatawan, pencegahan konflik antar-driver, serta pencegahan praktik percaloan yang dapat merugikan citra pariwisata Bali.

 

Sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menjaga stabilitas sosial dan ketertiban di kawasan bandara, PEKAR menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis berbagai pihak, baik sebagai mitra komunikasi, mitra pembinaan driver lokal, maupun mitra dalam penyelesaian berbagai potensi konflik sosial di lapangan.

 

Dalam audiensi tersebut, PBH PEKAR juga mengusulkan pembentukan Forum Komunikasi Driver Bandara yang melibatkan unsur Angkasa Pura Indonesia, Otoritas Bandara, Kepolisian, Organda, serta perwakilan organisasi driver, termasuk PEKAR.

 

Menurut PEKAR, keberadaan forum tersebut akan menjadi sarana efektif dalam membangun komunikasi, menyelesaikan persoalan lapangan secara cepat, serta menciptakan sistem pengawasan yang lebih terstruktur terhadap aktivitas transportasi di kawasan bandara.

 

PEKAR meyakini bahwa apabila driver lokal dibina melalui organisasi yang jelas dan terkoordinasi, maka berbagai potensi gangguan ketertiban dapat diminimalisir. Praktik percaloan dapat ditekan, pengawasan menjadi lebih mudah, keamanan kawasan bandara semakin terjaga, dan citra Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai gerbang utama pariwisata Indonesia akan semakin baik di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

 

“Kami percaya bahwa seluruh pemangku kepentingan, termasuk Angkasa Pura Indonesia, memiliki komitmen yang sama untuk menjaga ketertiban kawasan bandara sekaligus memberikan ruang yang adil bagi masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya pada sektor transportasi dan pariwisata. Kami berharap audiensi ini dapat menjadi langkah awal lahirnya solusi yang memberikan kepastian hukum, kepastian usaha, serta menjaga nama baik Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai wajah pariwisata Indonesia,” tutup Budiadnyana.