RIAU KITA BLUR, SF HARIYANTO MALAH KABUR!” PRESMA UIR TANTANG SF HARIYANTO TEMUI LANGSUNG MAHASISWA

 

 

PEKANBARU — Presiden Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), Muhammad Ramadhanu Hasibuan, melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Pemerintah Provinsi Riau dalam menyikapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kabut asap.

Ia juga menyoroti tidak hadirnya Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, untuk menemui mahasiswa UIR dalam aksi demonstrasi pada 13 Oktober 2026, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan Presma UIR.

 

“Riau Kita Blur, SF Hariyanto Malah Kabur!” menjadi slogan kritik mahasiswa terhadap situasi kabut asap dan tuntutan agar pemimpin daerah hadir langsung menghadapi aspirasi rakyat.

 

Muhammad Ramadhanu Hasibuan menegaskan, seorang pemimpin tidak cukup hanya menduduki jabatan dan menyampaikan pernyataan dari balik meja.

 

Ketika mahasiswa turun ke jalan membawa persoalan masyarakat, pemimpin harus menunjukkan keberanian untuk hadir, mendengar, dan memberikan jawaban secara langsung.

 

“SF Hariyanto, kami datang bukan untuk mencari panggung, bukan pula untuk kepentingan pribadi. Kami datang membawa persoalan masyarakat Riau.

Ketika mahasiswa turun menyuarakan ancaman karhutla dan kabut asap, kami berharap Bapak hadir dan menemui kami secara langsung. Jangan biarkan mahasiswa berdiri di jalanan menyampaikan persoalan rakyat, sementara pemimpin yang ingin kami mintai pertanggungjawaban tidak hadir menemui kami.”

 

Menurut Ramadhanu, ketidakhadiran pejabat yang dituju dalam aksi demonstrasi tidak boleh menjadi alasan untuk mengakhiri dialog. Mahasiswa berhak memperoleh ruang untuk menyampaikan tuntutan dan meminta penjelasan atas langkah pemerintah dalam menangani persoalan lingkungan yang berdampak terhadap masyarakat.

 

“Kalau mahasiswa berani turun ke jalan mempertaruhkan waktu dan tenaganya untuk menyuarakan persoalan Riau, mengapa pemimpin yang kami tuju tidak hadir langsung untuk berdialog? Kami tidak meminta perlakuan istimewa. Kami hanya meminta kesediaan pemimpin untuk mendengar dan menjawab aspirasi masyarakat,” tegasnya