Klarifikasi Video Viral Curup Pendahatan, Isman Hadi Bantah Tuduhan Mesum

MUARA ENIM selidikkasus.com— Video yang sempat viral di media sosial dan dikaitkan dengan dugaan perbuatan mesum di kawasan wisata Curup Pendahatan, Desa Mulak, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Muara Enim, akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak yang berada dalam video tersebut.


Isman Hadi (30), warga Desa Penyandingan, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), bersama Cinta (18), membantah narasi yang beredar dan menyatakan bahwa kejadian dalam video tidak seperti yang dituduhkan di media sosial.

Klarifikasi tersebut disampaikan Isman di hadapan tim media, Pemerintah Desa Penyandingan, serta Ketua BPD Desa Penyandingan, Senin (28/9/2026).

Menurut Isman, saat kejadian dirinya bersama Cinta memang berada di kawasan objek wisata Curup Pendahatan. Keduanya datang untuk menikmati suasana dan pemandangan di lokasi tersebut.

Isman menjelaskan, ketika berada di lokasi, Cinta mengeluhkan sakit pada bagian mata karena merasa ada sesuatu yang masuk ke matanya.

«“Cinta meminta saya membantu karena matanya sakit. Saya kemudian meniup matanya dengan maksud membantu mengeluarkan sesuatu yang masuk ke matanya,” ujar Isman.»

Isman mengaku terkejut setelah mengetahui kejadian tersebut direkam oleh seseorang dan kemudian videonya beredar di media sosial dengan narasi yang mengarah pada tuduhan perbuatan mesum.

«“Saya merasa ada yang sengaja merekam kejadian tersebut. Saya tidak melakukan seperti yang dituduhkan dan tidak mengganggu pengunjung lain,” tegasnya.»

Ia juga mengungkapkan bahwa saat berada di lokasi terdapat pengunjung lain yang sempat mengarahkan kamera telepon seluler kepadanya dan mempertanyakan apa yang sedang dilakukannya.

“Saya bertanya ada apa, kemudian pengunjung tersebut diam dan meninggalkan lokasi,” katanya.

Isman dan Cinta Disebut Berencana Menikah

Isman juga menjelaskan bahwa dirinya dan Cinta memang memiliki rencana untuk menikah. Namun, waktu pelaksanaan pernikahan masih menunggu pembicaraan dan kesepakatan kedua keluarga.

“Kami memang akan menikah, tetapi kedua orang tua kami belum menentukan kapan pelaksanaannya. Kalau memang kami berniat melakukan seperti yang dituduhkan, kenapa harus di tempat terbuka? Cinta juga nantinya akan menjadi istri saya,” ujarnya.

Orang Tua Cinta Benarkan Isman Pernah Datang Meminta Restu

Untuk memastikan keterangan tersebut, tim media kemudian mendatangi orang tua Cinta, Herwani.

Herwani membenarkan bahwa beberapa bulan sebelumnya Isman telah datang menemui keluarga dan menyampaikan niat untuk meminang Cinta.

“Beberapa bulan yang lalu Isman datang kepada kami untuk meminta restu meminang anak kami. Niat baik tersebut sudah kami setujui, tetapi kami meminta waktu untuk membicarakannya terlebih dahulu,” jelas Herwani.

Herwani mengaku sempat emosi setelah mendapat informasi mengenai video yang beredar dan dipanggil oleh pemerintah desa. Namun, setelah kedua pihak dipanggil dan persoalan dibicarakan, keluarga menilai perlu adanya klarifikasi terhadap narasi yang beredar.

“Saya sempat marah ketika dipanggil kepala desa karena ada video yang menyebut anak saya berbuat mesum. Setelah kami panggil keduanya dan membicarakannya, persoalannya tidak seperti yang diberitakan. Karena itu, kami bersama keluarga Isman akan mempercepat pembicaraan mengenai rencana pernikahan mereka,” ungkapnya.

Pemdes Penyandingan: Jangan Menyimpulkan Hanya dari Video

Kepala Desa Penyandingan, Emhadi Barata, membenarkan bahwa Isman dan Cinta memang memiliki rencana untuk menikah. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai waktu pelaksanaan karena masih dalam pembahasan kedua keluarga.

Emhadi juga menyayangkan video tersebut kemudian disertai narasi yang menyebut keduanya melakukan hubungan intim.

«“Kami menyayangkan video tersebut kemudian diberi narasi seolah-olah mereka melakukan hubungan intim. Pemerintah Desa Penyandingan meminta maaf apabila beredarnya video tersebut menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” ujar Emhadi.»

Pemdes Mulak Ulu Turut Berikan Klarifikasi

Tim SelidikKasus.com juga mendatangi Pemerintah Desa Mulak, Kecamatan Mulak Ulu, bersama perangkat desa dan BPD untuk meminta penjelasan mengenai video yang sebelumnya beredar luas di media sosial.

Pihak pemerintah desa turut memberikan penjelasan mengenai kejadian di lokasi wisata yang disebut Curup Pendahatan.

Dari rangkaian klarifikasi tersebut, pihak keluarga maupun pemerintah desa meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan isi suatu kejadian hanya berdasarkan potongan video dan narasi yang beredar di media sosial.

Video berdurasi singkat dapat menampilkan konteks yang terbatas. Karena itu, kebenaran suatu peristiwa perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang terlibat sebelum informasi tersebut disebarluaskan.

Penyebaran narasi yang belum terverifikasi juga berpotensi merugikan nama baik pihak yang ditampilkan dalam video.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati sebelum membagikan kembali konten yang belum diketahui kebenaran dan konteks lengkapnya.

LP:Tim jurnalis selidikkasus.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*