Palembang, Selidikkasus.com – Momen istimewa dan penuh haru mewarnai perjalanan pulang kampung yang dilakukan oleh keluarga Badruwasi. Bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/05/2026), keluarga ini melaksanakan safari mudik ke kampung halaman sang istri yang terletak di Desa Perapau, Kecamatan Semende, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Menempuh perjalanan jauh sejauh kurang lebih 650 kilometer dari Tangerang hingga Palembang yang memakan waktu sekitar 17 jam lamanya, perjalanan ini bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan sebuah perjalanan kerinduan.

Jauhnya jarak dan lelahnya perjalanan seakan lenyap, berganti menjadi rasa bahagia karena dapat bersilaturahmi dan berkumpul kembali bersama keluarga besar di kampung kelahiran.
Tujuan persinggahan mereka adalah rumah peninggalan orang tua, bangunan tua yang penuh sejarah dan diwariskan secara turun-temurun, yang menjadi saksi bisu adat dan budaya bahwa inilah tempat tujuan akhir setiap anak perantau untuk pulang.
“Alhamdulillah, pada mudik tahun ini kami sekeluarga dapat berkesempatan mengajak serta Ibu Mertua, beserta Adik Ipar dan istrinya.
Rencananya, kami akan bermalam dan tinggal selama kurang lebih lima hari ke depan di rumah ini.
Rumah yang sederhana, namun menyimpan ribuan kenangan indah yang tak ternilai harganya,” ungkap sang istri yang akrab disapa Mamah Alda.
Suasana haru dan bahagia pecah saat rombongan tiba di kampung halaman.
Tangis kerinduan bercampur tawa bahagia tak terbendung saat bertemu dengan kakak dan seluruh kerabat yang sudah bertahun-tahun lamanya tidak bersua.
Kerinduan ini wajar adanya, mengingat pulang kampung bagi mereka bukanlah rutinitas tahunan.
“Saya adalah anak bungsu dari enam bersaudara, tiga laki-laki dan tiga perempuan.
Karena kami semua telah memiliki keluarga masing-masing serta kesibukan sendiri-sendiri, jarang sekali kami bisa berkumpul lengkap.
Apalagi saya, yang tentu saja harus mengikuti suami. Kebetulan, profesi suami saya membuat jadwal liburnya berbeda dengan orang lain.
Jika kebanyakan orang bisa mudik setiap tahun saat Idul Fitri, beliau malah justru tidak pernah libur dan tetap bertugas.
Jadi, wajar saja jika sekalinya bisa bertemu saudara, momen ini menjadi sangat berharga dan penuh kebahagiaan hingga banjir air mata,” tambahnya sambil tersenyum mengenang kehangatan pertemuan tersebut.
Adapun tujuan utama kepulangan mereka kali ini adalah untuk melaksanakan ziarah ke makam kedua orang tua yang sudah lama tidak dikunjungi.
Dalam ajaran Islam, ziarah kubur adalah amalan yang disunnahkan; selain sebagai wujud bakti dan mendoakan kebaikan bagi almarhum dan almarhumah, ziarah juga menjadi sarana mengingat kematian agar semakin meningkatkan kualitas ibadah.
“Di hari yang sama, kami pun berkeliling mengunjungi rumah-rumah saudara dan kerabat. Tujuannya selain bersilaturahmi, sekaligus mengundang mereka untuk hadir dalam acara selamatan di rumah.
Kami ingin berkumpul bersama dalam kebaikan untuk mendoakan dan mengenang jasa-jasa orang tua kami tercinta,” jelasnya.
Kota Palembang yang dijuluki sebagai Bumi Sriwijaya atau Kota Pempek, menyimpan sejarah gemilang masa lalu sebagai pusat ibu kota Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada zamannya.
Selain kaya sejarah, kota ini juga dikenal luas sebagai asal dari kuliner ikonik, pempek.
Keindahan dan kearifan lokal daerah ini menambah kesan mendalam bagi perjalanan keluarga Badruwasi.
“Semoga tahun depan kami dan seluruh keluarga besar diberikan kesehatan dan kemudahan, sehingga bisa kembali berkumpul dan pulang ke sini lagi tanpa kekurangan suatu apapun,” harap Ayah Alda menutup cerita perjalanan penuh makna ini.
Backbiome is an advanced daily wellness supplement formulated to help support spinal comfort, reduce feelings of built-up tension, and promote freer, smoother movement throughout backbiome everyday life.
Boostaro is a modern men’s wellness boostaro formula created to support daily vitality, stamina, and confidence through a practical, natural routine.