Pemkab Manggarai Dukung Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS)

 

Manggarai, Selidikkasus.com– Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai mendukung Rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mengembangkan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) kepada para petani di wilayah Kabupaten Manggarai.
Dukungan tersebut dengan menyiapkan 35 Kelompok Tani Milenials yang ada di tujuh kecamatan binaan Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai. Pernyataan Bupati Hery tersebut disampaikannya saat membuka dan memandu jalannya rapat terbatas (ratas) yang dihadiri oleh pihak Manajemen Bank NTT, Dinas Pertanian Provinsi dan off taker/penyedia Sarana Produksi Pertanian, di Spring Hills, Selasa (21/12).

“Pemkab Manggarai siap mendukung dan menyukseskan Progaram Pemprov, TJPS. Sebagai bukti, kami (Pemkab; red) menyiapkan 35 Kelompok Tani Millenials” paparnya.
Menurut Bupati Hery Nabit, apabila program ini dijalankan dengan baik dengan perencanaan yang matang Manggarai, maka akan berkontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat Manggarai. Dan untuk tahap awal, Pemkab akan menyiapkan lahan seluar 300-500 ha, yang tersebar di 7 (tujuh) Kecamatan. “Tahap awal kita siapkan lahan seluas 300-500 ha,” katanya.

Setelah pemaparan Bupati Hery, pemaparan selanjutnya dilakukan oleh Kadis Pertanian Provinsi NTT, Lucky F. Koli untuk mempresentasikan Program TJPS.

Kadis Lucky F. Koli, menyampaikan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur telah mencanangkan program TJPS. Dimana program ini sudah berlangsung hingga tahap kedua.
“Pemprov telah mencanangkan Program TJPS dan sudah berjalan hingga tahap kedua. Pak Bupati ini peluang bagi kita disektor pertanian untuk budidaya komoditas jagung, kacang-kacangan yang dikerjakan di musim kemarau, agar masa kerja petani lebih Panjang,”paparnya.

Pada tahun 2021 ini terdapat 4000-an lebih lahan telah dikelola dalam program TJPS. Dan hasilnya cukup dimana pada beberapa tempat di wilayah di NTT seperti Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Barat Daya, Malaka, Kabupaten Kupang serta beberapa kabupaten lain sudah panen yanh puncak panennya di bulan Oktober 2021 lalu.
Menurut dia, Progam TJPS ini merupakan program yang baik untuk membiasakan para petani bekerja di musim kemarau. Artinya apabila semakin berkembang bukan hanya tanaman jagung, tetapi komoditas lainnya pun akan berproduksi dengan memanfaatkan sumber daya air yang tersedia di masing-masing wilayah pertanian.

“Dalam mendukung produktifitas pekerjaan tersebut Pemprov melalui Dinas Pertanian akan mempersiapkan traktor baik roda empat, roda dua. Tidak hanya itu kita juga menyiapkan pompa-pompa air dan tenaga-tenaga pendamping agar semakin memobilisasi pekerjaan di musim kemarau sehingga memudahkan para petani,” paparnya.
Terkait hal tersebut demikian Kadis Lucky, pihaknya telah membangun kerjasama dengan jasa lembaga keuangan antara laib perbangkan, asuransi dan vinance. Tujuannya agar mereka turut membantu skema-skema pembiayaan terutama terkait alat mesin pertanian dalam pengolahan tanam, alat tanam serta alat untuk panen.
“Pada moment yang sangat strategis ini, kami juga mohon serta meminta dukungan serta dorongan Pak Bupati hingga pemerintah paling bawah untuk benar-benar memperhatikan sumber daya pertanian dengan memberikan informasi kepada kami, terutama potensi daerah pertanian, dan langkah selanjutnya adalah memobilisasi semua sumber daya bekerja sama juga dengan pihak TNI/Polri demi mewujudkan NTT bangkit, NTT sejahtera,” tandasnya

Menurut dia, program TJPS merupakan sebuah lompatan yang signifikan. Karena itu Dinas Pertanian NTT bekerjasama juga dengan Off Taker atau perusahaan yang akan membeli hasil pertanian para petani dengan skema-skema yang telah disediakan. Nantinya semua Jagung yang dipanen akan dibeli atau ditampung oleh Off Taker dengan harga yang disepakati.

Diakhir pemaparan, Kadis Lucky menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Manggarai yang berkomitmen menyiapkan lahan serta 35 Kelompok Tani Milenials. Harapan terbesarnya adalah bisa tercipta transformasi mekanisasi pertanian dan memudahkan para petani untik bekerja.

Sementara itu Off Taker/Pengusa Hendrik menambahkan di Gorontalo, yang dipakai adalah skema KUR klaster untuk pengembangan sektor pertanian padi dan jagung (Bohusami Ba Kobong) serta peternakan sapi (Bohusami Ba Ternak). Pelaksanaan skema ini juga didukung partisipasi pembiayaan dari beberapa bank dan juga akan bekerjasama dengan beberapa koperasi yang dimiliki petani.

Turut hadir dalam Ratas tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Direktur BPD NTT Bersama jajarannya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah, Plt. Kadis Pertanian Bersama jajaran, dan beberapa pihak terkait lainnya.

Lp : Gregorius Antonius Bocok

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*