Diduga PT.DSI Gunakan BBM Subsidi dan Pecat Karyawannya Secara Sepihak.

Diduga PT.DSI Gunakan BBM Subsidi dan Pecat Karyawannya Secara Sepihak.

Pekanbaru-selidikkasus.com
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini bahwa, awalnya PT.DSI yang bergerak di bidang Kelapa Sawit di wilayah Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Provinsi Riau memberikan uang sebesar Rp110.000 kepada Supir Truck TBS PT.DSI untuk pembelian BBM Subsidi di POM atau SPBU yang dilewati Armadanya.

Seharusnya, PT.DSI menggunakan BBM Industri sebagaimana telah ditetapkan dalam UU Kementerian BUMN.
Selain membeli minyak di SPBU, para SupirbTBS ini juga membeli minyak langsung ke Excavator yang notabene milik PT.DSI sendiri dengan alasan mudah dalam jarak tempuh. Namun tanpa diduga, Pengawas PT.DSI menangkap para pelaku. Kejadian ini sudah berlangsung lebih dua bulan lalu. Atas persoalan tersebut, PT.DSI mempersoalkan masalah ini hingga melaporkan para pelaku ke pihak Polsek Koto Gasib.

Setelah sampai di Polsek, 4 orang Supir dan 1 orang Operator Excavator PT.DSI diproses secara hukum. Dalam proses tersebut, pihak yang diutus oleh PT.DSI memberikan dua hal kebijakan atau keputusannya yang harus dipatuhi oleh kelima jaryawannya antara lain:
Pertama, Surat Pengunduran Diri. Kedua, Proses Berjalan Sesuai Hukum Yang Berlaku. (a), Pencurian BBM milik PT.DSI. (b), Diperuntukan untuk Armada PT.DSI. (c), Excavator milik PT.DSI. Karena para karyawannya merasa takut dengan tuntutan tersebut, maka mereka membuat Surat Pengunduran Diri.

Sebelumnya, masalah tentang dugaan pembelian BBM Subsidi tersebut, para karyawan ini memohon dan menyampaikan keberatan atas peraturan sepihak yang diterapkan oleh PT.DSI.
“Justeru secara tiba-tiba, salah satu karyawan bernama/marga Siregar dipecat hari ini secara sepihak oleh PT.DSI. Padahal, Surat Kontrak Kerjanya baru akan berakhir hingga tahun 2021 mendatang,” Ungkap karyawan PT.DSI kepada media ini.

Para karyawan PT.DSI menegaskan, masalah ini akan terus dipertanyakan hingga ada penjelasan dan mendapat keadilan hukum. Menindaklanjuti persoalan ini, awak media sudah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT.DSI melalui WA Humasnya, Edi. Selasa (14/04/2020) sekitar pkl 11.Wib siang namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari PT.DSI. (Bowozid).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*