BANGKINANG — Pemerintah Kabupaten Kampar menjadi sorotan terkait keberadaan sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (KAHMI) Kampar yang disebut telah digusur dari lokasi sebelumnya.
Persoalan yang kini dipertanyakan bukan hanya mengenai pemindahan sekretariat, tetapi juga kejelasan tempat pengganti bagi organisasi kemahasiswaan dan alumni HMI tersebut.
Hingga kini, muncul pertanyaan di tengah kader dan alumni HMI Kampar: Jika sekretariat lama harus dikosongkan untuk kepentingan pemerintah daerah, ke mana HMI dan KAHMI harus menjalankan aktivitas organisasinya?
Padahal, HMI merupakan organisasi kemahasiswaan yang selama ini turut berperan dalam pembinaan kader, diskusi intelektual, kegiatan sosial serta menyampaikan berbagai gagasan untuk pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Kampar sendiri sebelumnya pernah menyatakan pentingnya ruang komunikasi dengan HMI. Dalam audiensi HMI Komisariat Lafran Pane pada Mei 2025, Wakil Bupati Kampar menyebut pemerintah daerah membuka ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi, memberikan masukan dan turut berkontribusi dalam pembangunan Kampar.
Karena itu, persoalan sekretariat ini layak mendapat penjelasan terbuka dari Pemkab Kampar.
Apakah pengosongan sekretariat tersebut merupakan bagian dari penataan aset atau kebijakan pemerintah lainnya?
Apakah HMI dan KAHMI telah diberikan tempat pengganti?
Dan jika belum, mengapa sekretariat organisasi yang selama ini menjadi tempat berkegiatan harus dikosongkan tanpa kejelasan fasilitas pengganti?
Pertanyaan tersebut penting dijawab agar tidak muncul kesan bahwa organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan hanya dibutuhkan ketika pemerintah membutuhkan dukungan, tetapi kehilangan ruang ketika menyampaikan aspirasi.
Pemkab Kampar perlu memberikan penjelasan mengenai status aset, dasar kebijakan pengosongan, serta solusi bagi keberlangsungan aktivitas HMI dan KAHMI Kampar.
Jangan sampai sekretariat digusur, tetapi solusi tidak diberikan.
Organisasi boleh berpindah tempat, tetapi ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk berdiskusi, berkaderisasi dan menyampaikan gagasan untuk Kampar jangan sampai ikut digusur.