JAKARTA — Gerakan Mahasiswa Riau Jakarta (GEMARI Jakarta) menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Dari Riau untuk Indonesia” di Gedung Condet Park, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi publik untuk membahas harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang berkeadilan sekaligus mendorong penguatan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Dialog kebangsaan tersebut mengangkat tema “Konsolidasi Kajati ke Akar Rumput dalam Memberikan Kepastian Hukum yang Berkeadilan, Profesional, Berintegritas untuk Masyarakat Riau.”
Melalui kegiatan ini, GEMARI Jakarta ingin membawa aspirasi masyarakat Riau ke tingkat nasional, khususnya mengenai pentingnya kepastian hukum, transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pelaksanaan tugas aparat penegak hukum.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat sipil dan institusi penegak hukum, termasuk Kejaksaan Tinggi Riau, agar aspirasi masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan penegakan hukum yang semakin dipercaya publik.
Penegakan Hukum dan Kepercayaan Publik
Dalam dialog tersebut, isu kepercayaan publik menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tidak hanya dibangun melalui pernyataan, tetapi juga melalui konsistensi pelaksanaan tugas, keterbukaan informasi sesuai ketentuan, serta penanganan perkara yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
GEMARI Jakarta memandang bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kritik, pertanyaan, dan aspirasi terhadap jalannya penegakan hukum. Di sisi lain, setiap kritik juga harus disampaikan secara objektif, berdasarkan fakta, serta tetap menghormati asas praduga tak bersalah dan proses hukum yang berlaku.
Koordinator Nasional GEMARI Jakarta, Kori Fatnawi, S.H., dalam kapasitasnya sebagai moderator, mengarahkan dialog pada pentingnya membangun hubungan yang konstruktif antara masyarakat dan institusi penegak hukum.
Persoalan hukum, menurut arah diskusi yang diusung, tidak cukup dilihat hanya dari aspek penindakan. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana institusi penegak hukum membangun komunikasi dengan masyarakat, memberikan kepastian atas proses yang berjalan, dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan kewenangannya.
Hadirkan Perspektif Pemerhati Kejaksaan dan Tokoh Muda Nasional
Dialog Kebangsaan GEMARI Jakarta dirancang untuk menghadirkan perspektif dari kalangan pemerhati kejaksaan dan tokoh muda nasional.
Syukri Soleh Sitorus, yang dijadwalkan sebagai pemerhati kejaksaan, menjadi salah satu narasumber yang diharapkan memberikan pandangan mengenai pengawasan, transparansi, akuntabilitas, serta upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.
Sementara itu, Abdul Razak Nasution, tokoh muda nasional, diharapkan menyampaikan perspektif mengenai peran generasi muda dalam menjaga kehidupan kebangsaan, meningkatkan partisipasi publik, dan mendorong penegakan hukum yang berorientasi pada keadilan.
Kedua perspektif tersebut menjadi bagian dari kerangka dialog yang ingin dibangun GEMARI Jakarta, yakni mempertemukan gagasan mengenai integritas institusi, pengawasan masyarakat, dan peran generasi muda dalam kehidupan bernegara.
Catatan: Nama dan kapasitas narasumber di atas mengikuti rancangan kegiatan. Konfirmasi kehadiran serta pernyataan yang benar-benar disampaikan perlu disesuaikan dengan pelaksanaan acara.
GEMARI Jakarta Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Berintegritas
GEMARI Jakarta menegaskan bahwa sikap kritis mahasiswa terhadap persoalan hukum tidak seharusnya dimaknai sebagai sikap bermusuhan terhadap institusi penegak hukum.
Sebaliknya, kritik dan pengawasan publik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dapat menjadi masukan bagi perbaikan tata kelola penegakan hukum.
Dalam konteks penegakan hukum di Riau, GEMARI Jakarta mendorong Kejaksaan Tinggi Riau agar terus mengedepankan profesionalisme, integritas, keterbukaan sesuai ketentuan, dan kepastian hukum dalam menjalankan tugasnya.
GEMARI Jakarta juga mendukung setiap langkah penegakan hukum yang dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti, tanpa intervensi kepentingan yang bertentangan dengan hukum.
Dukungan tersebut tetap disertai komitmen untuk menjalankan fungsi kontrol sosial secara bertanggung jawab. Bagi GEMARI Jakarta, dukungan terhadap institusi penegak hukum tidak berarti menghilangkan ruang kritik, sebagaimana kritik juga tidak harus dimaknai sebagai penolakan terhadap seluruh upaya penegakan hukum.
Prinsip yang hendak ditegaskan adalah bahwa institusi penegak hukum dan masyarakat sipil dapat membangun hubungan yang konstruktif dengan tetap menjalankan peran masing-masing.
Dari Riau untuk Indonesia
Melalui Dialog Kebangsaan ini, GEMARI Jakarta ingin menegaskan bahwa aspirasi masyarakat daerah memiliki tempat dalam percakapan kebangsaan. Berbagai persoalan penegakan hukum di daerah perlu memperoleh perhatian melalui mekanisme yang tepat, komunikasi yang terbuka, dan pengawasan publik yang bertanggung jawab.
GEMARI Jakarta berharap dialog kebangsaan dapat menjadi ruang pertukaran gagasan yang produktif sekaligus mendorong tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Bagi gerakan mahasiswa, perjuangan tidak hanya diwujudkan melalui aksi demonstrasi, tetapi juga melalui diskusi, kajian, penyampaian aspirasi, dan pengawalan kebijakan secara berkelanjutan.
“Dari Riau untuk Indonesia” bukan sekadar tema kegiatan, melainkan pesan bahwa harapan terhadap keadilan, kepastian hukum, dan integritas merupakan aspirasi yang perlu terus disuarakan dari daerah hingga tingkat nasional.
GEMARI Jakarta menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi bagian dari masyarakat sipil yang kritis, konstruktif, dan konsisten mengawal kepentingan publik.
Sebab, penegakan hukum yang berkeadilan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga menjadi harapan bersama seluruh masyarakat Indonesia.