Bangunan KDMP Desa Pagar Agung Disorot, Dugaan Penyimpangan Spesifikasi Konstruksi Minta Dibuktikan Tim Ahli

MUARA ENIM selidikkasus.com — Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pagar Agung, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), Kabupaten Muara Enim, menuai sorotan tajam dari masyarakat.

Pasalnya, sejumlah warga mempertanyakan kualitas konstruksi bangunan yang disebut menelan anggaran hingga miliaran rupiah. Warga meminta pemerintah dan pihak berwenang tidak sekadar melihat bangunan dari tampilan luar, tetapi melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh untuk memastikan konstruksi benar-benar sesuai gambar kerja, RAB, spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan.

Sorotan utama mengarah pada bagian pondasi, tulangan besi, pengecoran, hingga konstruksi dinding dan bagian atap.

Berdasarkan keterangan seorang narasumber yang mengaku mengetahui kondisi pekerjaan di lapangan, pada bagian pondasi diduga terdapat penggunaan besi berdiameter 13 yang oleh narasumber disebut sebagai besi “banci”. Sementara itu, besi berdiameter 16 disebut hanya terdapat pada bagian tapak depan dan beberapa bagian tertentu.

“Yang dipersoalkan bukan sekadar ada atau tidaknya besi 16. Kami meminta dibuktikan apakah ukuran dan jenis besi yang digunakan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan,” ujar narasumber kepada media.

Narasumber juga menyebut terdapat bagian sepandek atap dan dinding yang diduga menggunakan ukuran 0,2, sehingga menurutnya perlu dilakukan pemeriksaan terhadap kesesuaiannya dengan perencanaan teknis.

Tak hanya tulangan, proses pengecoran juga menjadi sorotan. Material batu yang digunakan disebut diduga berupa batu kali berukuran besar, bukan material split sebagaimana yang dipersoalkan warga.

“Kalau tidak percaya, bongkar dan periksa. Kami siap mempertanggungjawabkan apa yang kami sampaikan,” tegas narasumber.

Pernyataan tersebut tentu tidak dapat dijadikan kesimpulan akhir mengenai ada atau tidaknya pelanggaran konstruksi. Namun, apabila benar terdapat perbedaan antara material yang digunakan dengan spesifikasi dalam RAB maupun gambar kerja, persoalan tersebut patut diperiksa secara serius karena menyangkut mutu, kekuatan dan umur bangunan yang menggunakan anggaran negara.

Jangan Hanya Dilihat dari Luar

Warga meminta pemeriksaan dilakukan oleh tenaga ahli atau pihak independen yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi.

Menurut mereka, kualitas sebuah bangunan tidak cukup dinilai dari kondisi fisik yang terlihat setelah selesai dibangun. Bagian yang paling menentukan justru berada pada struktur yang tertutup, seperti pondasi, tulangan, mutu beton dan metode pengerjaan.

“Kalau memang semua sudah sesuai spesifikasi, silakan dibuktikan melalui pemeriksaan ahli. Jangan hanya dilihat dari luar. Kami ingin tahu apakah material dan konstruksinya benar-benar sesuai dengan RAB dan gambar kerja,” ungkap warga.

Masyarakat juga mempertanyakan informasi mengenai pihak yang disebut sebagai konsultan sekaligus pelaksana atau pemborong berinisial A yang diduga berkaitan dengan pekerjaan tersebut.

Namun, informasi mengenai keterlibatan pihak tersebut masih perlu dikonfirmasi dan dibuktikan melalui dokumen kontrak, administrasi pekerjaan serta keterangan resmi dari pihak terkait.

KDMP Tanah Abang Ikut Disorot

Sorotan warga ternyata tidak berhenti di Desa Pagar Agung.

Pembangunan gedung KDMP di Desa Tanah Abang juga diminta untuk ikut diperiksa. Warga mempersoalkan bagian lantai bangunan yang disebut diduga tidak menggunakan wiremesh atau tulangan besi sebagaimana yang dipersoalkan di lapangan.

Informasi yang beredar juga menyebut adanya dugaan pihak pemborong yang sama dalam pekerjaan tersebut. Namun, informasi ini masih harus diverifikasi melalui dokumen resmi dan pemeriksaan langsung terhadap bangunan.

Karena itu, masyarakat meminta agar pemerintah tidak menunggu sampai muncul kerusakan baru kemudian dilakukan pemeriksaan.

Audit teknis sejak awal dinilai jauh lebih penting daripada sekadar menunggu bangunan bermasalah.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat meminta pihak terkait menjelaskan siapa yang bertanggung jawab, bagaimana pengawasan dilakukan, serta apakah pekerjaan tersebut telah melalui pemeriksaan dan penerimaan sesuai ketentuan.

Konsultan/Pemborong Belum Berikan Klarifikasi

Sementara itu, tim media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak yang disebut sebagai konsultan sekaligus pemborong pembangunan KDMP tersebut.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi belum memperoleh tanggapan. Nomor kontak yang digunakan tim media disebut tidak dapat dihubungi dan komunikasi melalui nomor tersebut juga tidak berhasil dilakukan.

Dengan demikian, belum diperoleh penjelasan dari pihak konsultan maupun pemborong terkait dugaan penggunaan material, ukuran besi, metode pengecoran dan kesesuaian pekerjaan dengan RAB serta spesifikasi teknis.

Pertanyaan publik kini sederhana: jika pekerjaan memang sudah sesuai ketentuan, mengapa tidak dibuka dan diperiksa secara teknis?

Masyarakat tidak meminta bangunan tersebut langsung dinyatakan bermasalah. Mereka meminta pembuktian.

Jika hasil pemeriksaan ahli menyatakan konstruksi sesuai spesifikasi, maka hal itu sekaligus menjadi jawaban terhadap berbagai tudingan yang berkembang di tengah masyarakat.

Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihak yang bertanggung jawab harus memberikan penjelasan dan melakukan perbaikan sesuai ketentuan.

Terlebih pembangunan KDMP berkaitan dengan penggunaan anggaran publik. Setiap rupiah anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari sisi kualitas fisik bangunan.

Masyarakat berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, dinas teknis, aparat pengawasan serta pihak berkompeten turun langsung melakukan pemeriksaan apabila memang terdapat laporan atau indikasi ketidaksesuaian pekerjaan.

Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi konsultan, pemborong, pelaksana, pemerintah desa maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

LP: Tim Jurnalis Selidikkasus.com