Ada temuan BPK Pada dinas Kesehatan terkait dana barang dan jasa BLUD sebesar Rp 9.188.121.624,13

Tanjab barat. 09/2026. Ada temuan BPK terkait hasil laporan realisasi anggaran dana BLUD pada pemkab tanjab barat sebesar Rp 9.188.121.624,13 TA. 2024.

Berikut hasil pemeriksaan badan pemeriksaan keuangan (BPK) ,

Pada TA 2024 laporan operasional BLUD untuk belanja barang dan jasa sebesar Rp 56.914.652.475,04

Namun dari hasil pemeriksaan BPK dalam laporan realisasi anggaran tersebut adanya ketidak sesuaian dalam laporan oprasional dengan laporan realisasi anggaran dan pakta dilapangan yaitu sebesar Rp 47.726.530.850, 91.

Dari hasil pemeriksaan BPK dalam laporan realisasi anggaran ditemukan adanya selisih dana sebesar Rp 9.188.121.624,13.

Dari hasil uji petik yang dilakukan BPK serta wawancara yang dilakukan BPK terhadap dinas kesehatan,adanya beban belanja barang dan jasa pada tahun sebelumnya yang harus dibayarkan”

Dari hasil pemeriksaan tersebut pihak instansi terkait menyebutkan adanya biaya beban pada belanja barang dan jasa pada tahun-tahun sebelumnya yang harus dibayarkan yaitu:

– Beban belanja BLUD pada tahun 2023 sebesar Rp 2.985.570.382,09
– Beban belanja barang dan jasa tahun 2023 juga sebesar Rp1. 381.565.831,94.
– Utang belanja barang dan jasa BLUD tahun 2023 sebesar Rp
– Utang belanja barang dan jasa BLUD tahun 2023 sebesar Rp 12.160.820.822,01
– Beban belanja barang dan jasa BLUD aset berasal dari belanja non modal gedung dan bangunan sebesar Rp 1.059.592.938,37
– Koreksi kurang utang barang dan jasa RSUD Daut arif berdasarkan audit KAP sebesar Rp 89.366.900,02. Ungkap LHP BPK pada tahun 2025.

Artinya ” laporan realisasi anggaran tahun 2024 “dimanipulasi” Untuk menutupi beban utang pada tahun sebelumnya,

Hingga saat ini pihak dari dinas kesehatan belum memberikan komentar nya.

Padahal realisasi anggaran tahun sebelumnya juga disebutkan anggaran nya juga sudah terealisasikan, namun wujud barangnya juga belum dapat ditemukan.

Namun demikian pihak dari APH sepertinya membiarkan hal ini selalu terulang, artinya uang sekian puluhan miliar itu entah kemana hanya mencatatkan dalam bentuk laporan diatas kertas saja, lalu dianggap jadi utang lagi,kan heran kita selaku masyarakat yang peduli kemajuan tanjab barat ini.Ujar pak golan.