ROKAN HULU – Senin, 14 Setember 2026 Himpunan Mahasiswa Kecamatan Rambah Hilir (HIMAKRI) melontarkan kritik terhadap aktivitas Wakil Bupati Rokan Hulu yang dinilai kerap tampil dalam kegiatan penyerahan bantuan kepada masyarakat yang bersumber dari dana zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Kritik tersebut disampaikan dalam bentuk sindiran. HIMAKRI mengusulkan agar Wakil Bupati Rokan Hulu dicatatkan dalam Rekor MURI sebagai “Pejabat Teraktif Membagikan Bantuan Menggunakan Uang Zakat.”
Menurut HIMAKRI, sindiran itu muncul karena aktivitas penyerahan bantuan dari dana zakat dinilai terlalu sering menjadi bagian dari penampilan publik seorang pejabat.
Padahal, dana zakat bukanlah uang pribadi pejabat dan bukan pula program yang dapat diklaim sebagai prestasi pribadi. Zakat merupakan amanah umat yang dihimpun dari para muzaki dan diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerimanya.
Karena itu, HIMAKRI menilai kehadiran pejabat dalam kegiatan penyerahan bantuan tidak seharusnya menciptakan kesan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil gagasan pribadi atau keberhasilan politik pejabat yang hadir menyerahkannya.
“Kalau memang begitu aktif membagikan bantuan dari dana zakat, mungkin pantas juga diusulkan mendapatkan Rekor MURI sebagai pejabat teraktif membagikan bantuan menggunakan uang zakat,” demikian sindiran yang disampaikan dalam kritik tersebut.
Namun di balik kalimat satir itu, HIMAKRI mengajukan pertanyaan yang lebih mendasar: di mana gagasan, kreativitas dan inovasi seorang pejabat?
Jabatan Publik Harus Melahirkan
Gagasan
HIMAKRI menilai seorang Wakil Bupati memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar hadir dalam kegiatan seremonial dan menyerahkan bantuan.
Jabatan Wakil Bupati melekat dengan tanggung jawab kepemimpinan dan pembangunan daerah. Karena itu, masyarakat berharap pejabat yang menduduki posisi tersebut mampu menghadirkan gagasan, terobosan dan kebijakan untuk menjawab berbagai persoalan rakyat.
Persoalan ekonomi, lapangan kerja, pembangunan desa, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat membutuhkan solusi yang berkelanjutan.
Membantu masyarakat tentu merupakan hal yang baik. Namun HIMAKRI menilai, jika aktivitas kepedulian seorang pejabat lebih sering ditampilkan melalui bantuan dari dana yang telah tersedia melalui lembaga zakat, maka publik berhak mempertanyakan program dan gagasan apa yang benar-benar lahir dari kreativitas pejabat tersebut.
Menurut HIMAKRI, prestasi seorang pejabat seharusnya diukur dari kemampuannya menciptakan perubahan.
Mulai dari membuka peluang kerja, menghadirkan program ekonomi produktif, memperbaiki pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga menciptakan inovasi yang memberikan dampak jangka panjang.
Uang zakat bukan prestasi pejabat. Zakat adalah amanah umat.
Rakyat Butuh Solusi, Bukan Sekadar Seremonial
HIMAKRI berpandangan masyarakat Rokan Hulu membutuhkan pemimpin yang tidak hanya hadir ketika ada kegiatan pembagian bantuan, tetapi juga mampu melihat persoalan dan menghadirkan solusi.
Jabatan publik seharusnya menjadi ruang untuk bekerja dan melahirkan inovasi, bukan sekadar ruang untuk tampil dalam kegiatan seremonial.
Jika seorang pejabat terlalu bergantung pada program bantuan dari lembaga lain untuk menunjukkan kepeduliannya, maka wajar apabila publik mempertanyakan sejauh mana kreativitas dan gagasan yang telah dihasilkan selama menjalankan amanah jabatan.
Kritik HIMAKRI juga menyoroti etika dalam membangun citra seorang pejabat. Dana umat, termasuk zakat, menurut mereka, harus ditempatkan secara proporsional dan tidak menimbulkan kesan sebagai alat untuk membangun popularitas atau citra politik pribadi.
Kritik tersebut, tegas HIMAKRI, bukan berarti menolak program bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tetap penting, tetapi pemerintah dan pejabat publik juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program pemberdayaan yang membuat masyarakat memiliki kesempatan untuk mandiri.
Sindiran Rekor MURI
Usulan agar Wakil Bupati Rokan Hulu mendapat Rekor MURI sebagai “Pejabat Teraktif Membagikan Bantuan Menggunakan Uang Zakat” merupakan bentuk sindiran terhadap aktivitas yang dinilai terlalu dominan ditampilkan kepada publik.
HIMAKRI menilai, jika penyerahan bantuan dari dana zakat menjadi aktivitas yang paling menonjol, maka masyarakat tentu berhak bertanya mengenai prestasi, gagasan dan inovasi lain yang telah dihasilkan.
Sebab masyarakat tidak hanya membutuhkan pejabat yang aktif membagikan bantuan.
Masyarakat membutuhkan pemimpin yang aktif mencari solusi.
Pada akhirnya, seorang pejabat akan dinilai dari gagasan yang ia lahirkan, kebijakan yang memberikan manfaat dan perubahan nyata yang berhasil diciptakan bagi masyarakat.
Uang zakat adalah amanah umat. Sementara jabatan publik adalah amanah rakyat. Karena itu, rakyat Rokan Hulu membutuhkan pemimpin yang punya ide, kreativitas dan inovasi, bukan sekadar aktif tampil membagikan bantuan