Hak Jawab dan Bukti Faktual: Klarifikasi Artikel “LBH Gerak Indonesia Tak Hadiri Ajakan Dialog…”

Hak Jawab dan Bukti Faktual: Klarifikasi Artikel “LBH Gerak Indonesia Tak Hadiri Ajakan Dialog…”

LBH Gerak Indonesia Tak Hadiri Ajakan Dialog, Pemilik Zoé’s Paradise Pilih Tutup Hotel

 

Menanggapi artikel yang diterbitkan di media Anda dengan judul “LBH Gerak Indonesia Tak Hadiri Ajakan Dialog, Pemilik Zoes Paradise Pilih Tutup Hotel”, saya, Michael Kunze, pihak yang secara implisit dituduh dalam konflik ini, bermaksud menggunakan hak jawab saya untuk meluruskan fakta yang sangat menyesatkan.

 

Dalam artikel tersebut, pihak hotel mengklaim bahwa mereka telah mengundang kami untuk dialog atau mediasi. Pernyataan ini sama sekali tidak benar. “Undangan” yang dimaksud sebenarnya adalah pesan WhatsApp bernada ancaman dan intimidasi yang dikirimkan oleh istri pemilik hotel langsung kepada pengacara LBH saya, Bapak Moses.

 

Sebagai bukti tak terbantahkan, saya melampirkan tangkapan layar pesan tersebut. Dalam pesan itu, sama sekali tidak ada usulan mediasi formal. Sebaliknya, pesan tersebut berisi hinaan yang menyebut pengacara saya sebagai “pengecut”. Selain itu, terdapat upaya tekanan psikologis dengan memanfaatkan sentimen marga (Siallagan) agar beliau berbalik melawan kliennya sendiri.

 

Fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya: pihak hotel dan pengacara mereka secara aktif memboikot upaya penyelesaian resmi. Hari ini, untuk yang kedua kalinya secara berturut-turut, pihak hotel dan pengacaranya kembali mangkir dan tidak hadir dalam jadwal mediasi resmi.

 

Jika tim redaksi SelidikKasus menjunjung tinggi prinsip jurnalisme yang berimbang (cover both sides) dan tertarik untuk mengungkap kebenaran di balik penutupan hotel ini, saya siap memberikan wawancara eksklusif. Saya memiliki arsip bukti lengkap (dossier) yang mendokumentasikan pelanggaran hak ketenagakerjaan staf lokal dan praktik “Skema Boneka” ilegal yang merugikan negara.