BANJARNEGARA — selidik kasus. Com Selasa, (12/12/2023) Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhammadiyah Banjarnegara (PR IPM SMA Muhiba) mengadakan Seminar dalam rangka Musyawarah Ranting yang ke-9
Pada tanggal (9 Desember 2023) lalu. Kegiatan ini bertempat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Banjarnegara ini dihadiri oleh seluruh siswa SMA Muhammadiyah 1 Banjarnegara dan perwakilan tamu undangan dari siswa sekolah Muhammadiyah setingkat SLTP dan SLTA di kota Dawet Ayu Banjarnegara
Seminar yang mengangkat tema “Rekonstruksi Organisasi di Era Globalisasi” ini mengundang Kemal Zia’ul Umam, Anggota Bidang Organisasi Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Banjarnegara sebagai Narasumber.
Orang yang akrab disapa Mas Kemal itu membuka seminar dengan menerangkan bahwa sebuah organisasi terkadang perlu melakukan rekonstruksi organisasi untuk menjaga eksistensi dari organisasi itu sendiri.
Dalam upaya melakukan rekonstruksi organisasi hal yang paling penting adalah penentuan arah organisasi ke depan yang diinginkan itu seperti apa.
Hal tersebut dapat dilakukan melalui observasi terhadap organisasi itu sendiri dan bisa juga dilakukan melalui assessment ke anggota organisasi dan pihak yang berkaitan”, Lanjut pemuda yang juga merupakan anggota bidang organisasi PD IPM Banjarnegara itu.
Narasumber yang juga merupakan seorang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto itu melanjutkan “Hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi pertimbangan salah satunya adalah fenomena yang belum lama ini kita lewati yaitu fenomena pandemi Covid-19. Fenomena tersebut sangat mempengaruhi tatanan hidup kita hampir segala bidang, tidak terkecuali bidang organisasi individu-individu di dalamnya”.
“Covid-19 mendorong percepatan transformasi teknologi.
Kita sekarang mengenal berbagai macam teknologi yang mungkin tidak kita kenal sebelumnya yang bisa digunakan untuk membantu mengembangkan organisasi kita.
Branding organisasi menjadi hal yang tidak bisa diabaikan begitu saja pada era seperti sekarang.
Bisa memanfaatkan media sosial yang kita punya untuk membungkus organisasi dan program yang kita kita rancang dapat berdampak secara lebih luas” Tutup kemal mengakhiri sesi materi.
(ugl/One)