Ustaz Adam Beli ‘Babi Ngepet’ Rp 1,1 Juta, Patungan dengan Teman

Depok, selidikkasus.com- mengaku merekayasa soal ‘babi ngepet’ di Sawangan, Depok. Babi yang disebut ‘babi ngepet’ dibelinya via online dengan harga Rp 900 ribu.
“Dari tersangka ini merekayasa dengan memesan secara online seekor babi dari pecinta binatang yang dibeli harganya Rp 900 ribu, kemudian ditambah biaya ongkos Rp 200 ribu,” ujar Kapolresta Depok Kombes Imam Edwin Siregar kepada wartawan di kantornya, Jl Margonda Raya, Depok, Kamis (29/4/2021).

Imran mengatakan Adam Ibrahim patungan bersama temannya untuk membeli ‘babi ngepet’ ini.

“Berdua patungannya, yang tersangka ini dengan satu lagi temannya,” ucapnya.

Sementara itu, tersangka Adam Ibrahim mengaku membeli ‘babi ngepet’ itu secara online. ‘Babi ngepet’ itu tiba pada pukul 23.00 WIB di rumahnya.

“Kita beli di online Rp 900 ribu dan ongkos kirim ada dan dikirim tepat pada jam 11.00 malam,” kata Adam Ibrahim.

Adam Ibrahim kemudian melepas babi itu. Setelah itu, dia dan teman-temannya menunggui babi itu lewat untuk menangkapnya.

Dikutip dari https://news.detik.com Babi itu datang dilepas di depan rumah saya dan kita nungguin babi itu untuk datang, karena posisinya dilepas, babi itu sangat mudah untuk jalan ke yang disediakan,” jelasnya.

Adam Ibrahim mengaku dirinya sengaja merekayasa soal babi ngepet itu. Adam Ibrahim terpikir untuk membuat isu soal babi ngepet untuk meredam keresahan warga yang kehilangan uang beberapa hari terakhir.

“Sebab laporan yang hilang sehingga timbul di hati dan pikiran saya mengadakan hal tersebut (babi ngepet) agar selesai permasalahan yang ada di tempat kita,” katanya.

Namun akhir cerita rekayasa itu tidak sesuai harapannya. Kejadian itu kemudian menjadi viral sehingga warga ramai datang.

“Namun pada akhirnya semua berjalan dalam keadaan yang salah. Saya akui itu kesalahan yang fatal,” katanya.

Atas kejadian itu, Adam Ibrahim meminta maaf telah membuat warga resah.

“Atas kejadian ini saya mohon maaf, terutama kepada warga Bedahan, untuk seluruh warga Indonesia dan ini bukan pengalihan isu atau apa pun. Ini rekayasa saya pribadi untuk menyelesaikan apa yang diskusikan kepada saya tentang kejadian hilang itu tidak ada lagi,” katanya.