GAMS ACEH: Soal Rapid Test Gratis, Sepertinya Pemerintah Aceh Baru Bangun Tidur, Harusnya Ini Digelar 2 Bulan Yang Lalu

Banda Aceh, Selidikkasus.com – Gerakan Aneuk Muda Sosial atau yang lebih dekat di sapa GAMS Aceh lagi lagi mengkritik keras kebijakan Plt Gubernur Aceh melalui intruksi Gubernur Aceh nomor 10 tahun 2020 tentang percepatan pelaksanaan pemeriksaan Corona Virus Disease 2019 melalui Rapid Test dan Swab Test di Aceh, Minggu (07/06/2020).

Organisasi Kemasyarakatan dan Sosial itupun yang saat ini di pimpin oleh Pemuda Asal Peureulak yaitu Riski Maulizar berpendapat bahwa ini bukan lagi waktunya untuk melakukan Rapid Test atau Swab Test yang mana pemerintah bermaksud hal tersebut untuk mengantasipasi penyebaran corona di masa penerapan new normal yang kini telah di tetapkan 14 zona hijau dan 9 zona merah di kabupaten kota yang ada di Aceh.

Kepada Selidikkasus.com Riski mengatakan “Pada prinsipnya Gams Aceh sangat mengapresiasi kerja keras PLT Gubernur Aceh selama ini dalam menghadapi Pandemi Covid-19 ini di Aceh meskipun banyak kebijakan kebijakan pemerintah yang menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat dan ini sangatlah lumrah terjadi dikarenakan semua orang bebas memberikan pendapatnya masing masing asalkan itu punya substansi yang jelas,

Namun terlepas daripada itu mengenai Rapid Test dan Swab Test tersebut ini merupakan langkah yang sudah sangat terlambat yang mana seharusnya ini telah di lakukan 2 bulan yang lalu sehingga pemerintah mampu mengupdate data dan informasi yang lebih akuntable di seluruh kebupaten kota sebelum di tetapkannya zona hijau dan merah pada kabupaten/kota tersebut,” kata Riski.

Iklan: Ramuan khas Baduy. 30menit dijamin terbukti

Riski juga menilai “PLT Gubernur Aceh sepertinya tidak begitu paham dengan karakter masyarakat Aceh secara umum, sehingga banyak aturan aturan baru pemerintah yang terkesan seperti tergesa gesa dalam mengambil kebijakan dan seolah memanfaatkan keadaan, oleh karnanya kami mengajak Pemerintah untuk benar benar mampu mengambil hati masyarakat bukan malah menakut nakuti atau mungkin baru sekarang di lakukannya Rapid Test ini ada indikasi permainan anggaran karna sekarang di Aceh sudah sangat terasa aman dengan Covid-19 meskipun tetap harus waspada sedangkan anggaran masih banyak tersisa.” ungkap Riski.

Kepada Pemerintah Aceh Riski juga berharap “Ayolah Pemerintah Aceh jangan sampai masyarakat menilai pemerintah membawa aura negatif kepada masyarakat, perhatikan dengan baik setiap efek dalam segala aspek sebelum kebijakan menjadi keputusan, terlebih pemerintah harus banyak lagi memahami apa yang di inginkan masyakat aceh untuk saat ini dan kedepannya agar pemerintah selalu mendapat doa, dukungan dan kepercayaan dari masyarakat.” tutup Riski Maulizar.

Laporan : M Ilham Sakubat, Kaperwil Aceh