Resmob Polda Banten dan Jatanras Polres Serang, Ungkap Jaringan Pembuat serta Pengedar Uang Palsu

Serang, selidikkasus.com – Sat Reskrim Polres Serang, beserta Tim Jatanras, dan Sat Resmob Polda Banten berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu (upal) yang dijalankan oleh lima warga Kabupaten Serang. SI (30) warga Kecamatan Walantaka, EH (52) warga Kecamatan Cikeusal, HN (23) warga Kecamatan Curug, KI (35) warga Kecamatan Curug, dan SI (32) warga Kecamatan Baros.
Kelimanya pun diringkus oleh Jajaran Sat Reskrim Polres Serang, dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Serang, AKBP Mariyono, S.Ik, M.H., menyampaikan, terungkapnya kasus peredaran uang palsu oleh jajarannya tersebut berkat informasi dari masyarakat.
Bahwa SI (30), KI (35) dan SI (32) telah membuat Upal yang dibantu kedua rekannya, EH (52) dan HN (23), untuk mengedarkan.

“Kasus pembuatan uang palsu yang dilakukan SI, KI dan SI, kemudian diedarkan oleh saudara EH, dan HN ini berawal dari laporan masyarakat,/warga setempat” kata Kapolres Serang saat ditemui wawancara oleh jurnalis selidikkasus.com di ruang kerjanya, Sabtu (16/05/2020).

Dijelaskan Kapolres Serang, upal yang dipalsukan, mulai dari pecahan lima puluh ribuan hingga seratus ribuan.
Bahkan, para pelaku sudah sempat mengedarkan upal tersebut dengan cara membelanjakan nya di warung-warung kecil.

Total upal yang berhasil dibuat pelaku setara dengan nominal Rp 100 juta, sementara yang sudah terlanjur diedarkan tak terhitung lagi jumlahnya.

“Ini sudah banyak yang beredar,” singkat Kapolres.

Dikatakan AKBP Mariyono, Sementara dari hasil penyelidikan menyebut, upal sudah beredar di wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, dan wilayah sekitarnya.

“Kita sudah kembangkan dan sudah (beredar) di wilayah Serang, dan sekitarnya,” tandasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berpesan kepada masyarakat agar selalu mewaspadai adanya peredaran upal seperti ini, dan menerapkan langkah 3D, dilihat, diraba, dan diterawang.

Dalam ungkap perkara ini, petugas kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya dua ratus lima puluh lembar upal pecahan seratus ribuan dan lima puluh ribuan. Lalu, beberapa unit mesin pencetak upal berikut bahan-bahannya seperti kertas, dan tinta.

Kapolres Serang AKBP Mariyono, S.Ik. MH., melalui keteranganya Kasat Reskrim Polres Serang AKP Arief, S.Ik., “dari keterangan 4 orang tersangka, dan mengakui bahwa mereka mencetak uang palsu tersebut dirumah tersangka SRB dengan menggunakan Laptop dan Printer,” jelasnya.

Arief menjelaskan, dari para tersangka, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa 15 (lima belas) Lembar bahan setengah jadi uang palsu yang sudah di print pecahan 50.000, 9 (sembilan) lembar bahan uang palsu yang belum dipotong sudah diprint atau cetak pecahan 50.000, 180 (seratus delapan puluh) lembar uang palsu yang sudah cetak, 31 (tiga puluh satu) Lembar uang palsu yang sudah dicetak tinggal potong, dan tinggal edar, 1 (satu) botol lem, 1 (satu) bendel kertas kosong, 1 buah laptop, 1 buah printer, 1 gulung benang hitam, 1 paket jarum, dan 2 unit sepeda motor.

“Dari kelima tersangka kita kenakan Pasal 244 KUHP, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara,” tegasnya..

{Tomy/Kaperwil Banten}

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*