Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah, Anggaran Miliaran Rupiah Tampak Luput Pengawasan

MUARA ENIM.selidikkasus.com – Warga dari Desa Batu Surau, Kecamatan Semende Darat Tengah mengeluhkan kondisi jalan yang menghubungkan wilayahnya menuju Kecamatan Semende Darat Ulu yang mengalami kerusakan parah di beberapa titik. Kamis (26/03/2026).

Padahal, setiap tahunnya anggaran pemerintah dalam miliaran rupiah dialokasikan untuk pemeliharaan jalan tersebut, namun kondisi jalan justru tidak awet dan sudah rusak bahkan belum mencapai satu tahun penggunaan.

Menurut keterangan warga, kerusakan paling parah terjadi di beberapa titik, antara lain pada ruas jalan yang menanjak serta bagian yang pernah mengalami longsor pada tahun 2023.

Selain kerusakan permukaan jalan seperti lubang dalam dan retakan yang luas, para pengguna juga mengeluhkan adanya semak belukar yang telah memasuki bahu jalan, menyebabkan penyempitan jalur dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan.

Sebelumnya, pada tahun 2022 juga pernah terjadi keluhan terkait tanjakan jalan yang terlalu curam dan panjang sehingga banyak kendaraan tidak mampu menaiki nya, bahkan harus bongkar muatan saat hujan deras.

Kemudian pada Oktober 2023, bagian jalan tersebut mengalami longsor sepanjang sekitar 35 meter, membuat lebar jalan menyempit dari 4 meter menjadi sekitar 2 meter, meskipun masih dapat dilalui kendaraan namun perlu ekstra hati-hati.

“Kondisi jalan saat ini sangat mengecewakan. Ada beberapa titik yang benar-benar parah, membuat perjalanan menjadi tidak nyaman bahkan berisiko.

Anggaran yang tidak sedikit seharusnya menghasilkan jalan yang kuat dan awet, tapi kenyataannya tidak demikian,” ujar salah satu warga Desa Batu Surau yang tidak ingin disebutkan namanya.

Mereka berharap pemerintah propinsi dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap penggunaan anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan.

Selain itu, juga diharapkan pihak terkait dapat segera melakukan kajian ulang dan perbaikan menyeluruh, mengingat sebelumnya telah direncanakan pembangunan jalan alternatif dan jembatan dengan anggaran sekitar Rp 60 miliar namun hingga kini belum terealisasi.

LP:redaksi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*