Himbauan Ning Ayik : Umat Islam Tetap Bersatu, Warga NU Agar Netral dalam Pilkada Banyuwangi

Banyuwangi Selidikkasus.com – Umat Islam di bumi Belambangan Banyuwangi tetap bersatu,damai,aman dan tentram dalam menghadapi Pilkada yang sebentar lagi dilaksanakan.Nahdlatul Ulama (NU) juga bersikap netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi.

Himbauan ini disampaikan Siti Ruqo’iyah biasa dipanggil ning Ayik pengasuh pondok pesantren (ponpes) Romu Simbar Tampo Cluring. Warga masyarakat harus menggunakan hak pilihnya dan menolak politik uang (money politics).

“Pilkada ini merupakan ajang pemilihan kepala daerah yang sudah dilaksanakan secara periodik berkali-kali, sehingga tidak perlu disikapi secara berlebihan,” Papar Ning Ayik kepada Selidikkasus Senen, (16/11/2020).

Ning Ayik menegaskan, yang punya gawe pilkada adalah seluruh masyarakat Banyuwangi. Untuk itu, masyarakat harus menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin yang akan membawa Banyuwangi lebih maju. Semua warga bebas menentukan pilihan sesuai dengan hati dan dijamin kerahasiaannya.

“Paslon itu diusung partai politik, bukan diusung oleh ormas seperti NU dan ormas lainnya,” Tandasnya.

Lebih lanjut ning Ayik mengatakan,NU merupakan lembaga dakwah dengan gerakan amar maruf nahi munkar. Dan organisasi ini juga bebas dari kegiatan politik praktis. Namun mereka wajib untuk menjaga ukhuwah islamiyah, agar tidak ada perpecahan di tengah warga masyarakat.

“Sebagai lembaga dakwah, kami tidak boleh berpihak secara politik hingga terkesan terpecah belah,” Ungkapnya.

Ning Ayik juga mengajak kepada seluruh umat Islam di Banyuwangi untuk terus menjalin silaturahmi. Mereka tidak perlu terprovokasi isu-isu yang dapat memecah belah umat. Dalam menggunakan hak pilihnya harus dengan hati nurani.

“Jauhi politik transaksional dan politik uang yang dapat merusak nilai-nilai demokrasi,” Imbuhnya.

Ning Ayik sangat meyakini terhadap warga NU yang sudah sangat berpengalaman dalam menghadapi pilkada wajib menciptakan ketenangan, kenyamanan, dan kedamaian.Untuk itulah mari kita tunjukkan agar umat Islam tetap rukun bersatu.

“Pilkada merupakan peristiwa politik yang harus disikapi biasa saja dan jangan sampai menimbulkan perpecahan di antara umat Islam,” Pungkas Ning Ayik mengakhiri komentarnya.(Im)