PERUSAHAAN MENGAMBIL, MASYARAKAT TERKUCIL

 

Seorang Mahasiswa Bengkalis sedang mencari keadilan kepada PT. BSP (Bumi Siak Pusako) terkait penempatan tenaga kerja. Pasalnya masyarakat di Desa Lubuk Muda mengeluh karna merasa minimnya warga desa yang menjadi karyawan di perusahaan tersebut.

 

Hal ini diungkapkan seorang Mahasiswa Fakultas Hukum asal Bengkalis Muhammad Syakir Al Azani, Minggu (8/11/2026). Ia menerangkan “Warga Desa Lubuk Muda ini menilai karyawan dari warga Desa kami di PT. BSP tidak ada sama sekali. Selain itu, kepedulian dari pihak perusahaan juga sangat minim, ” kata Syakir.

 

Menurut data yang kami dapatkan dari salah satu Tokoh Desa Lubuk Muda, Perusahaan PT. BSP (Bumi Siak Pusako) juga ada pengeboran Migas dari Desa Lubuk Muda khususnya di Dusun Bengkuang atau lebih dikenal dengan Parit Baru. Kami meminta serapan karyawan dari Desa kami juga harus ada dan seimbang.

 

Selain menuntut agar ada serapan karyawan dari masyarakat kami, kami juga sangat menuntut perusahaan untuk lebih jelas memberikan Dukbis keagamaan/kebudayaan kepada Masyarakat dan Pemuda.

 

Karna Saya sendiri dan kawan kawan pernah merasakan dibohongi 2 Tahun berturut turut sama PT.BSP ini, yaitu ketika kami mengadakan “Festival Lampu Colok Melati Desa Lubuk Muda di Tahun 2024 dan 2025”. Kami telah menyelesaikan, memenuhi segala prosedur dan persyaratannya, Pihak perusahaan pun sudah menyetujuinya, akan tetapi ketika kami konfirmasi ke Humas nya lagi terkait progress pencairannya, hal yang sama terjadi 2 Tahun berturut turut, ujar Syakir.

 

Kami menuntut dengan dasar dan siap menunjukkan seluruh bukti dan rekam jejaknya, bagi kami tuntutan ini merupakan tuntutan yang manusiawi. Perusahaan seharusnya bisa memenuhi tuntutan ini. Ini harus menjadi perhatian Manajemen PT. BSP, mereka beroperasi salah satunya di Desa Lubuk Muda, tapi tidak memperhatikan masyarakat tempatan, Kritik Syakir.