Keluhan Air Berbau di Pelawaran, PT DBU Bantah Ada Persoalan Limbah, DLH Mengaku Tak Menemukan Laporan Pemeriksaan

MUARA ENIM, selidikkasus.com — Keluhan masyarakat terkait kondisi air di wilayah Pelawaran kembali menjadi perhatian. Warga sebelumnya mengeluhkan air yang berbau dan menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas pengelolaan limbah PT DBU.

Untuk memperoleh kejelasan, tim media selidikkasus.com mendatangi kantor PT DBU pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB guna meminta konfirmasi mengenai keluhan masyarakat tersebut.


Tim diterima oleh Humas PT DBU, Darsih. Saat dikonfirmasi mengenai dugaan persoalan limbah dan keluhan warga terhadap kondisi air, Darsih membantah adanya persoalan sebagaimana yang dikeluhkan masyarakat.

Menurut Darsih, pengawasan terhadap limbah perusahaan dilakukan secara berkala. Ia menyebut pemeriksaan dilakukan satu kali dalam seminggu oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim.

Bahkan, kata dia, kondisi tersebut juga pernah diperiksa melalui laboratorium oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dengan didampingi DLH Kabupaten Muara Enim.

“Kami melakukan pengecekan satu kali dalam seminggu oleh pihak DLH Kabupaten Muara Enim. Bahkan sudah dicek laboratorium oleh pihak kementerian (KLHK), didampingi DLH,” ujar Darsih saat dikonfirmasi.

Tim kemudian menanyakan hasil pemeriksaan atau dokumen pendukung terkait pengujian tersebut. Namun, hingga konfirmasi dilakukan, tim media belum memperoleh dokumen hasil pemeriksaan laboratorium maupun dokumen pengawasan limbah yang dimaksud.

DLH: Tidak Menemukan Laporan Pemeriksaan PT DBU

Untuk melakukan verifikasi lebih lanjut, tim selidikkasus.com kemudian mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Tim menanyakan kepada bagian yang menangani pengelolaan dan pengawasan limbah terkait adanya laporan atau hasil pemeriksaan terhadap PT DBU.

Menurut Eka, dari pengecekan yang dilakukan pada bagian yang ditanganinya, pihaknya tidak menemukan laporan pemeriksaan maupun laporan limbah PT DBU untuk periode 2025 hingga 2026.

“Tidak ada laporan atau pengecekan kalau di bagian saya untuk PT DBU. Mungkin ada di bagian lain atau di bawah. Saya sudah cek dari tahun 2025 sampai 2026, tidak ada laporan limbah PT DBU tersebut,” kata Eka.

Pernyataan tersebut menjadi hal yang perlu diperjelas lebih lanjut, mengingat sebelumnya pihak PT DBU menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap limbah perusahaan dilakukan secara berkala dengan melibatkan DLH Kabupaten Muara Enim.

Dengan adanya perbedaan keterangan tersebut, dokumen hasil pemeriksaan dan pengujian laboratorium menjadi penting untuk memastikan kondisi sebenarnya, termasuk parameter kualitas air, waktu pengambilan sampel, lokasi pengambilan sampel, serta hasil pengujiannya.

Secara kelembagaan, DLH Kabupaten Muara Enim memang memiliki fasilitas laboratorium yang tercatat untuk pengujian air limbah, air sungai, dan air danau.

Warga Minta Pemeriksaan Independen

Sementara itu, masyarakat meminta pihak terkait tidak hanya memberikan penjelasan secara lisan, tetapi melakukan pemeriksaan langsung dan terbuka terhadap kondisi air yang dikeluhkan.

Warga juga menyoroti penggunaan tawas yang dinilai berlebihan serta munculnya banyak lumpur pada kondisi air. Namun, hal tersebut masih merupakan keluhan masyarakat dan belum dapat disimpulkan sebagai akibat aktivitas PT DBU sebelum ada hasil pengujian laboratorium yang dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat berharap DLH maupun instansi terkait segera melakukan pengambilan sampel dan pengujian kualitas air secara objektif, sehingga dapat diketahui apakah air tersebut memenuhi parameter lingkungan yang berlaku atau terdapat pencemaran.

Hingga berita ini diterbitkan, selidikkasus.com belum memperoleh dokumen hasil pemeriksaan laboratorium yang disebutkan pihak PT DBU. Konfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait akan dilakukan untuk mendapatkan penjelasan dan data yang lebih lengkap.

Lp:jurnalis selidikkasus.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*