Ketua DPC GMNI Rokan Hulu Tantang Bupati Tiadakan Tenda Khusus Pejabat di Upacara HUT RI ke-81

 

*Ketua DPC GMNI Rokan Hulu Tantang Bupati Tiadakan Tenda Khusus Pejabat di Upacara HUT RI ke-81*

“Ini Kemerdekaan atau Perayaan Kesenjangan?”

*ROKAN HULU —* Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Rokan Hulu, *Joen Fablu Mantoya*, menantang Bupati Rokan Hulu untuk meniadakan tenda dan tempat khusus bagi pejabat pada pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Rokan Hulu.

 

Joen menilai, peringatan Hari Kemerdekaan seharusnya menjadi momentum yang memperlihatkan *kesetaraan, kebersamaan, dan semangat persatuan*, bukan justru mempertontonkan sekat antara pejabat dan masyarakat.

 

> “Saya tantang Bupati Rokan Hulu, kalau benar-benar ingin menghadirkan semangat kemerdekaan, tiadakan tenda dan tempat khusus bagi pejabat. Duduk dan berdirilah bersama masyarakat dalam satu suasana upacara,” tegas Joen Fablu Mantoya.

 

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia diperjuangkan oleh seluruh rakyat, sehingga perayaan HUT RI semestinya tidak menciptakan simbol-simbol yang memperlihatkan adanya perbedaan perlakuan berdasarkan jabatan.

 

“Kemerdekaan bukan milik pejabat. Kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Kalau dalam upacara kemerdekaan saja masih dibuat tempat khusus yang memisahkan pejabat dengan rakyat, lalu kita sedang merayakan kemerdekaan atau sedang merayakan kesenjangan?” ujarnya.

 

Joen juga mendorong Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu agar menjadikan peringatan HUT RI ke-81 sebagai momentum untuk menunjukkan pemerintahan yang *dekat dengan rakyat dan tidak berjarak dengan masyarakat*.

 

Ia menegaskan, kritik tersebut bukan sekadar persoalan tenda atau tempat duduk, melainkan menyangkut *pesan moral dan keteladanan seorang pemimpin* di hadapan masyarakat.

 

> “Kami tidak sedang mempersoalkan fasilitas secara semata-mata. Yang kami persoalkan adalah simbolnya. Di tengah masyarakat yang datang untuk menghormati jasa para pahlawan, jangan sampai justru terlihat ada kelas khusus bagi mereka yang memiliki jabatan,” lanjutnya.

 

Ketua DPC GMNI Rokan Hulu itu berharap Bupati Rohul berani mengambil langkah sederhana namun memiliki makna besar: *menghapus sekat antara pejabat dan rakyat dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI.*

 

“Kalau rakyat bisa berdiri di bawah terik matahari untuk mengikuti upacara, pejabat juga seharusnya mampu merasakan hal yang sama. Mari kita rayakan kemerdekaan dengan duduk bersama, berdiri bersama, dan menghormati perjuangan para pahlawan bersama-sama,” tutup Joen.

 

*GMNI Rokan Hulu: Kemerdekaan Harus Tanpa Sekat*

 

Bagi GMNI Rokan Hulu, peringatan HUT RI ke-81 bukan hanya seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi refleksi bahwa *kemerdekaan harus menghadirkan keadilan sosial dan menghilangkan jarak antara rakyat dengan pemimpinnya.*

 

“Satu lapangan, satu upacara, satu Indonesia. Jangan sampai kemerdekaan dirayakan dengan sekat-sekat kekuasaan.”

 

*Joen Fablu Mantoya*

*Ketua DPC GMNI Rokan Hulu*