Rehab Jalan Desa Aremantai Diduga Asal Jadi, Dana 180 Juta Dipertanyakan Warga

MUARA ENIM –selidikkasus.com Pekerjaan rehabilitasi jalan dan tangga pemandian umum di Desa Aremantai, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim yang dibiayai menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 180.000.000, menuai keluhan keras dari masyarakat.


Warga menilai pelaksanaan pembangunan tersebut terkesan asal jadi, kualitasnya buruk, serta hasilnya jauh dari harapan.

Berdasarkan data yang tertera pada papan proyek, kegiatan ini bernama Rehab Jalan (Tangga) Pemandian Umum dengan volume pekerjaan 2 unit dan lebar 1 meter.

Kegiatan ini bersumber dari Dana Desa tahun 2025 dan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa atau TPK Desa Aremantai, di bawah tanggung jawab Kepala Desa Aremantai.

Warga setempat mengaku sangat kecewa dengan hasil fisik pembangunan yang ditemukan di lapangan.

Meskipun secara administrasi jumlah titik perbaikan dinilai sudah sesuai, yakni mencakup dua lokasi pembangunan yang berada di Dusun 5 dan Dusun 3, namun kualitas pengerjaan dinilai sangat buruk dan tidak tuntas.

“Kalau dihitung jumlah titiknya memang pas, dua titik di Dusun 5 dan Dusun 3.

Tapi kualitasnya sangat mengecewakan. Pengerjaan terlihat asal jadi, bagian yang rusak justru banyak yang dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan yang layak dan sempurna,” ungkap salah satu warga, Kamis (04/06/2026)..

Masyarakat mempertanyakan penggunaan anggaran yang terbilang cukup besar tersebut. Dengan pagu dana mencapai Rp 180 juta, warga berharap hasil pembangunan dapat kokoh, awet, dan bermanfaat dalam jangka panjang.

Namun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya, struktur yang diperbaiki terlihat rapuh, kurang rapi, dan tidak dikerjakan dengan standar yang seharusnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan pelaksana pekerjaan atas nama Wahyu, sedangkan Camat Semendo Darat Ulu saat ini dijabat oleh mayu fitra,s.Th.I Saat dikonfirmasi terkait keluhan warga ini, Camat Mayu Pitra memberikan tanggapan singkat.

“Oke, kita cek dan kita pelajari dulu,” jawab Camat singkat.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak Kepala Desa Aremantai, Said Badri, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dilakukan, lantaran nomor telepon yang terdaftar diketahui sedang tidak aktif.

Masyarakat pun kini berharap pihak berwenang segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan langsung dan pemeriksaan mendalam.

Warga menuntut agar pembangunan yang menggunakan uang rakyat ini dievaluasi ulang, serta dipastikan kualitasnya sesuai dengan nilai anggaran yang telah dikeluarkan agar tidak merugikan kepentingan bersama.

LP:tim selidikkasus.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*