WARGA PELAWARAN KELUHKAN AIR SUNGAI DI TENGAH KEMARAU, DUGAAN LIMBAH PT UN DAN DBU DISOROT

MUARA ENIM –selidikkasus.com Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Muara Enim mulai berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat. Kondisi tersebut turut dirasakan warga Pelawaran Pasar 1, yang selama ini memanfaatkan air sungai untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Di tengah kondisi debit sungai yang semakin menyusut, warga justru mengeluhkan perubahan kondisi air. Air sungai disebut berbau dan terlihat kotor sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama karena sungai tersebut masih dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga menduga kondisi air tersebut berkaitan dengan aktivitas pembuangan atau aliran air limbah dari perusahaan yang berada di sekitar wilayah tersebut, termasuk PT UN dan DBU.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Diperlukan pemeriksaan dan pengujian kualitas air oleh instansi berwenang untuk mengetahui penyebab serta sumber pencemaran apabila memang terjadi.

“Sekarang musim kemarau, air sungai sudah surut. Air ini kami gunakan untuk mandi dan mencuci. Kalau airnya bau dan kotor, tentu kami khawatir,” ujar salah seorang warga Pelawaran.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan DPRD Kabupaten Muara Enim dapat turun langsung menindaklanjuti keluhan tersebut. Warga meminta kondisi sungai diperiksa dan kualitas air diuji secara resmi agar masyarakat mendapatkan kepastian mengenai penyebab perubahan kondisi air.

MEDIA LAKUKAN KONFIRMASI
Menindaklanjuti keluhan warga, tim media SelidikKasus.com berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, khususnya pihak DBU, melalui pesan WhatsApp pada Rabu (16/9/2026).
Konfirmasi tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan mengenai keluhan warga terkait kondisi air sungai serta dugaan adanya aliran air limbah menuju Sungai Pelawaran.
Pihak DBU melalui Pak Darsih kemudian memberikan respons. Ia menyampaikan bahwa pihaknya bersedia memberikan klarifikasi secara langsung di kantor.

“Besok bae ke kantor kalau nak klarifikasi. Maaf lagi di jalan antar emak habis sakit terapi,” demikian respons Pak Darsih melalui pesan WhatsApp.
Ia juga menyampaikan waktu yang disarankan untuk agenda klarifikasi, yakni pada siang hari sekitar pukul 10.00 WIB di kantor DBU di Kepur.
Dengan adanya respons tersebut, pihak perusahaan telah menyatakan kesediaannya untuk memberikan penjelasan terkait persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

SelidikKasus.com akan menindaklanjuti agenda klarifikasi tersebut guna memperoleh informasi dari pihak perusahaan secara berimbang, termasuk penjelasan mengenai pengelolaan limbah, kondisi aliran sungai, serta langkah perusahaan menyikapi keluhan warga.
Masyarakat berharap persoalan kebutuhan air di tengah musim kemarau mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait. Jangan sampai keterbatasan air yang sudah dirasakan warga justru semakin menambah beban masyarakat.

(Tim Redaksi/SelidikKasus.com)

1 Komentar

  1. Simpply desire to ssay ykur areticle is ass surprising.
    The clariyy inn yor post iis just great aand i coud assume
    yoou are ann expert oon tthis subject. Welll wwith yoour prmission allopw mme too grab youur RSS feed tto keeep
    uppdated with foorthcoming post. Thasnks a millijon and pleaqse
    continue the rewarding work. xnxx

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*