SPMB Gagal Paham Juknis Sistem Penerimaan Siswa Baru, Calon Siswa Resah 

 

 

Jakarta, 16 Juni – Media Tim -Banyaknya Operator Sistem Penerimaan Siswa Baru(SPMB) di Pekanbaru Riau menyulitkan orang tua dan siswa baru dalam melanjutkan sekolah terutama di tingkat SMA/sederajat.

 

Hal ini disampaikan oleh salah satu pengamat yang berasal dari lembaga independen control sosial Rudy kepada beberapa awak media di Pekanbaru 16/6/2026 saat di konfirmasi melalui chat WhatsApp miliknya 081268xxxxxx.

 

Ia menyampaikan bahwa dalam pantauan yang dilakukan oleh tim tidak sedikit operator SPMB di Riau gagal paham, terutama pendaftaran kesempatan 1,2,3 dalam juknis yang dianggap pendaftaran selain kesempatan pertama tersebut karena “tidak diterima/ditolak pada kesempatan sebelumnya, sehingga hak calon siswa untuk memilih bersekolah ditentukan oleh operator SPMB, yang semestinya 3 kesempatan tersebut hak calon siswa untuk memilih. ” jelasnya”.

 

Hal lain adalah mengenai jalur pendaftaran dalam sistem adalah “domisili” justru operator SPMB menentukan melalui titik koordinat yang tertera pada kartu keluarga calon siswa, sehingga calon siswa yang telah pindah alamat rumah dari “zona kartu keluarga” terpaksa daftar melalui jalur nilai rata-rata atau terpaksa melanjutkan pendidikannya pada sekolah yang berada di zona kartu keluarga karena gagalnya pemahaman operator SPMB atas perbedaan maksud Zonasi dengan Domimili. “sambungnya”.

 

Operator SPMB juga tidak memahami yang dimaksud sistem pendaftaran online (daring), dimana seluruh bio data calon siswa telah dilengkapi dalam pendaftaran tersebut, namun beberapa operator SPMB meminta orang tua calon siswa untuk datang ke sekolah membawa kartu keluarga karena alasan “diragukan”. sementara pada aturan SPMB telah jelas bahwa data kependudukan yang diragukan oleh operator dapat berkoordinasi dengan Disdukcapil setempat atas keaslian dokumen yang dimaksud “tambahnya”

 

Pimpinan lembaga independen yang telah mengantongi banyak prestasi di berbagai pemberdayaan masyarakat, control sosial dan pimpinan umum media group tersebut meminta pihak yang berwenang, khususnya Disdik Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru untuk segera merealisasikan arahan kepada para operator SPMB yang tengah bertugas di lapangan, agar para calon siswa baru tidak resah dan mendapatkan kemudahan yang sesungguhnya “tutupnya”.