Pembangunan Diduga Asal Jadi di SMP Negeri 04 Desa Muara Danau Disorot

Muara Enim, Selidikasus.com – Informasi beredar mengenai adanya pembangunan yang diduga dikerjakan secara asal jadi di lingkungan SMP Negeri 04 Desa Muara Danau, Kecamatan Semendo Darat Laut, Kabupaten Muara Enim.


Menurut keterangan yang diperoleh, bangunan tersebut sebenarnya belum melalui proses serah terima resmi, namun sudah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Beberapa fasilitas di dalamnya juga dinilai tidak berfungsi dengan baik, di antaranya beberapa keran air hanya diikat dan tidak terpasang dengan kuat sehingga tidak dapat digunakan.

Akibatnya, warga sekolah terpaksa mengangkut air secara manual karena tidak bisa memanfaatkan fasilitas yang sudah dibangun tersebut.

Selain itu, kondisi beberapa toilet terlihat berantakan, serta pemasangan keramik yang dinilai tidak rapi dan kurang sempurna.

Saat tim media mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi tersebut dan mewawancarai pihak sekolah, Kepala Sekolah Egi Dwi Putra, S.Pd. menyatakan tidak berkenan memberikan keterangan. Beliau kemudian memerintahkan penjaga sekolah Jaswadi, untuk mendampingi awak media selama berada di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim saat dikonfirmasi juga belum memberikan tanggapan, begitu pula dengan Suarlan yang disebut-sebut terkait permasalahan ini tidak bersedia memberikan jawaban.

Berdasarkan keterangan pada papan proyek yang terpasang, pembangunan atau rehabilitasi gedung ini dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan menggunakan dana bantuan pemerintah pada Tahun Anggaran 2025.

Anggaran yang tertulis tercatat sebesar Rp668.200.000,00, dengan waktu pelaksanaan tertera 22 Juli 2025.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan warga.

Hasil pekerjaannya dinilai tidak memenuhi standar yang seharusnya, sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan keamanan dan kenyamanan siswa serta tenaga pendidik meskipun sudah digunakan.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai spesifikasi teknis pekerjaan, realisasi penggunaan anggaran sebesar Rp668.200.000 tersebut, serta mekanisme pengawasan yang diterapkan selama pembangunan berlangsung.

Warga berharap instansi yang berwenang dapat segera meninjau langsung lokasi, melakukan pengecekan menyeluruh, dan memberikan kejelasan.

Hal ini penting agar fasilitas pendidikan tersebut diperbaiki menjadi layak, aman, dan bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di wilayah tersebut.

Pembangunan sarana pendidikan seharusnya dikerjakan dengan penuh tanggung jawab dan mengikuti aturan yang berlaku, mengingat fungsinya yang sangat vital bagi generasi penerus.

Kepastian mengenai kualitas pekerjaan menjadi hal yang mendesak untuk dipastikan guna menghindari kerugian materiil maupun risiko keselamatan di kemudian hari.

 

(Liputan Investigasi)
Selidikasus.com
04 Juni 2026

Reporter : Nopri Hartono
Penulis : Nopri Hartono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*