HENDRIKUS TARA RESMI MAJU SEBAGAI CALON KEPALA DESA CUMBI PERIODE 2026–2034: “NUANSA BARU MENUJU PERUBAHAN DAN PEMBAHARUAN YANG LEBIH BAIK

 

 

Cumbi, Kecamatan Ruteng, Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai Desa cumbi pada senin malam 1 Juni 2026,pukul 19.00 wita, acara adat Wuat Wai yang dilaksanakan di rumah gendang Cumbi Niang Mese suatu ritual sakral teing hang kolang wura agu ceki sebuah persembahan yang diperuntukkan bagi para leluhur yang telah mendahului. Ritual ini merupakan permohonan restu secara adat kepada para leluhur, agar perjalanan perjuangan Hendrikus Tara dalam memimpin Desa Cumbi mendapatkan berkah dan perlindungan.

 

Hadir para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta keluarga besar wan koe etan tua, masyarakat Desa Cumbi semua bersatu dalam satu niat memberikan restu dan dukungan

 

Dengan semangat persatuan yang tercermin dalam slogannya, “Nuansa Baru Menuju Perubahan dan Pembaharuan yang Lebih Baik”, Hendrikus Tara menegaskan bahwa perbedaan pilihan bukanlah alasan untuk memecah kebersamaan. Dalam bahasa hati yang ia sampaikan kepada warga, ia berpesan, “Beda pilihan tetap ase kae, kita tetap saudara, kita tetap satu di tanah Cumbi yang kita cintai bersama.” Sebuah pesan yang menyentuh, bahwa persaudaraan di atas tanah leluhur jauh lebih agung dari sekadar perbedaan pilihan politik.

 

Hendrikus Tara hadir dengan visi yang jelas dan tekad yang kuat untuk memimpin Desa Cumbi. Visinya adalah mewujudkan “Desa Cumbi yang maju, mandiri, religius, dan sejahtera berdasarkan gotong royong dan kearifan lokal.” Untuk mewujudkan visi tersebut, ia membawa misi yang konkret dan terukur. Pertama, meningkatkan pelayanan desa yang cepat, transparan, dan tepat sasaran. Kedua, memajukan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan potensi lokal yang dimiliki Desa Cumbi. Ketiga, membangun infrastruktur desa yang merata dan berkelanjutan demi kenyamanan seluruh warga. Keempat, mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi kini dan mendatang. Kelima, menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan kerukunan warga sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

 

Hendrikus Tara juga dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat Manggarai. Ia adalah seorang tokoh adat yang memahami dan menghayati filosofi hidup masyarakat Manggarai secara mendalam. Salah satu nilai luhur yang ia pegang teguh adalah tradisi Tudak sebuah ritual adat Manggarai yang merupakan ungkapan syukur dan permohonan restu kepada leluhur serta Tuhan Yang Maha Kuasa. Ia berkomitmen untuk membangun Desa Cumbi dengan pendekatan yang inklusif, mengayomi semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Baginya, seorang pemimpin sejati adalah yang mampu menjadi pelindung bagi yang lemah, pendengar bagi yang tertindas, dan pejuang bagi kemajuan seluruh warganya.

 

Hendrikus juga menyampaikan seruan yang sangat menonjolkan dirinya sebagai tokoh adat, “Nggao momang sanggen keta taung ase kae, ende ema, wan koe, etan tua ce’e tanah Cumbi ata momang agu hiang daku.” Sebuah seruan yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam, dari seorang anak desa yang rindu melihat kampungnya tumbuh, maju, dan sejahtera.

 

Dengan menolak keras politik pecah belah, Hendrikus Tara mengajak seluruh masyarakat Desa Cumbi untuk bersama-sama menatap masa depan dengan optimisme. Ia percaya bahwa rakyat yang aman, bersatu, dan saling menghormati adalah fondasi utama pembangunan desa yang berkelanjutan.

 

 

 

Penulis/Editor: MA