Gerakan Literasi Digital Menggema Di Pesantren: HMPS KPI STAIN Madina Hadirkan Edukasi Yang Menginspirasi Di Panyabungan Timur.

Mandailing Natal, selidik kasus.com – 4 Mei 2026 — Semangat perubahan dan edukasi kembali digaungkan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (HMPS KPI) STAIN Mandailing Natal melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk “Pemanfaatan Media Komunikasi sebagai Literasi Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah pesantren di Kecamatan Panyabungan Timur sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun kesadaran digital di kalangan pelajar.

 

Sosialisasi ini berlangsung di Pondok Pesantren Syahrani Bariah dan Pondok Pesantren Albi’tsatil Islamiyah. Kehadiran mahasiswa HMPS KPI disambut dengan antusias yang luar biasa oleh pihak pesantren, baik dari para guru maupun siswa-siswi yang menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

 

Ketua HMPS KPI STAIN Madina, Adam Ali, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan kolektif mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman. Ia menekankan bahwa literasi digital adalah kunci utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki integritas dalam memanfaatkan media.

 

“Ini bukan sekadar kegiatan sosialisasi, ini adalah gerakan kesadaran. Kami ingin menyalakan semangat generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna media, tetapi juga menjadi penggerak perubahan melalui media. Literasi digital adalah kekuatan, dan hari ini kita menanamkan kekuatan itu bersama,” tegas Adam Ali dengan penuh energi.

 

Materi yang disampaikan meliputi pemanfaatan media sosial secara positif, cara mengenali dan menangkal informasi hoaks, serta pentingnya etika dalam berkomunikasi di ruang digital. Penyampaian dilakukan secara interaktif, membangun suasana dialog yang hidup dan partisipatif.

 

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif siswa-siswi dalam sesi diskusi. Berbagai pertanyaan kritis dan reflektif muncul, menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya literasi digital mulai tumbuh di kalangan pelajar.

 

Pihak pesantren menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa HMPS KPI yang dinilai mampu menghadirkan edukasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Para guru berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama dalam membekali siswa dengan kemampuan menghadapi dunia digital secara bijak.

 

Melalui kegiatan ini, HMPS KPI STAIN Madina menunjukkan eksistensinya sebagai agen perubahan yang bergerak aktif dan progresif di tengah masyarakat. Dengan semangat bersinergi dan menyala, mereka berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang berdampak nyata, membangun generasi cerdas, kritis, dan berdaya saing di era digital. Pungkasnya,,” (Adam Ali)