MUARA ENIM selidikkasus.com– Skandal dugaan penyebaran makanan basi dan tidak layak konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 5 Desa Pulau Panggung, semakin memperlihatkan wajah buruk pengelola.
Bukan hanya diam, pihak terkait justru saling lempar tanggung jawab layaknya bola panas, sementara nyawa dan kesehatan anak-anak taruhannya.
Aslap Membela Diri, Kepala SPPG Bungkam Total
Usai dikonfirmasi, pihak ASLAP MBG Pulau Panggung akhirnya buka suara namun justru melempar bola panas ke atasan.
“Waalaikumsalam mas… terkait pernyataan mas bisa komunikasikan dengan Kepala SPPG,” tulisnya.
Bahkan dalam penjelasannya yang mencantumkan tahun yang salah (23 April 2024), ia menyatakan sudah melakukan penarikan.
“Mungkin dari saya sebagai Aslap langkah yang saya lakukan adalah melakukan langsung penarikan MBG yang telah disebarkan dan menghubungi seluruh kader PIC untuk tidak membagikan makanan tersebut,” ujarnya, seraya mengirimkan kontak Kepala SPPG bernama Ikhwani.
Namun, saat awak media mencoba menghubungi nomor yang diberikan tersebut, Kepala SPPG Ikhwani justru memilih bungkam total.
Pesan yang dikirim pada pukul 17.14 WIB terbaca jelas namun tak ada satu pun jawaban yang diberikan. Sikap diam ini membuktikan bahwa mereka tidak memiliki argumentasi yang kuat dan seolah merasa kebal hukum.
Kepala Sekolah Akui Makanan Tidak Layak
Berbeda dengan sikap munafik pihak penyalur, Kepala Sekolah SD Negeri 5 justru berani bicara jujur.
“Waalaikumsalam, sudah dilaporkan pada hari itu juga ke pihak MBG langsung oleh PIC IC kami,” jawabnya singkat namun mematahkan argumen bahwa tidak ada laporan.
Ini membuktikan bahwa pihak sekolah sudah beritikad baik melapor, namun sayangnya pihak SPPG seolah tuli dan buta.
Protes Membeludak di Grup Internal
Bukti kerusakan kualitas makanan semakin kuat dengan bocornya percakapan di grup internal TEAM PIC.
Salah satu petugas yang mencicipi langsung makanan tersebut bahkan memperingatkan agar tidak dimakan.

“Assalamu’alaikum, izin untuk menyampaikan, untuk sayur wortel sama jagung uda berbau juga uda berlendir. Mohon untuk diperhatikan lagi ini saya mencicipi porsi punya saya sendiri,” tulisnya.
Peringatan ini ditanggapi dengan keprihatinan mendalam.
“Jangan dimakan, apa lagi sudah berlendir dan berbau,” tegas anggota lainnya.

Sikap saling lempar tanggung jawab dan pembungkaman ini memunculkan kemarahan besar di masyarakat.

“Jangan jadikan ini sebagai kebanggaan atau merasa paling kuat hanya karena merasa ‘dibekingi’ dan mengatasnamakan program Nasional. Masyarakat dan awak media tidak akan tinggal diam melihat kelalaian yang merugikan anak bangsa,” tegasnya.
Perlu diingat, meskipun MBG merupakan program Nasional, bukan berarti standar gizi dan kesehatan bisa diinjak-injak.
Dijam 19:15 kami mencoba konfirmasi ke pihak ahli Gizi,menanyakan menu makanan yang di salurkan suda tidak layak di konsumsi.
waalaikumsallam pak. iya benar dengan saya sendiri, asal mula kejadian kemarin saat pemorsian semua lauk dalam keadaan layak dan tidak ada sedikitpun aroma basi akan tetapi saat tiba di penerima manfaat ada lauk yg sudah tidak layak di konsumsi
Cara kami mengatasi terkait mbg kemarin semua sudah kami sampaikan ke pic bahwasan nya mbg kemarin akan kami tarik semua dan tidak di anjurkan untuk di konsumsi, tetapi sebagian sudah sampai ke sekolah dan posyadu dan sudah di bagiakan.
Setelah itu kami mengklarifikasi ke grup pic dan meminta maaf ke terkait hal tersebut, disini pihak mbg tidak ada maksud untuk memberikan tidak layak, bahkan setelah kejadian kemarin kami mulai melakukan evaluasi baik ke pihak kantor maupun pihak relawan, dan dikejadian kemaren kami benar-benar meminta maaf ke pihak penerima manfaat, bahkan sudah di sampaikan langsung di grup PIC🙏🏻.ucap nya
“Bukan alasan program Nasional untuk mengabaikan standar gizi, kesehatan, dan menutup mata terhadap dampak buruk. Kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama, bukan malah dijadikan komoditas yang asal-asalan,” pungkasnya.
Masyarakat berpesan, “Tidak semua wartawan bisa dibungkam. Mata publik terus mengawasi, dan kebenaran pasti akan terungkap!”
Leave a Reply