MUARA ENIM, selidikkasus.com – Sebuah proyek infrastruktur provincial-funded di Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, tengah menjadi sorotan publik dan menuai kritik keras dari berbagai kalangan. Selasa (03/03/2026).

Proyek yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kini dikaitkan dengan cerita rakyat lokal tentang “siluman”, sekaligus menyoroti kekurangan accountability dalam pengelolaan anggaran publik.
Lokasi proyek di kawasan Pagar Dewa, Kecamatan Tanjung Agung, sudah memasuki tahapan pekerjaan konstruksi.
Namun, hingga kini tidak ditemukan papan informasi resmi yang biasanya memuat detail penting seperti nama proyek, anggaran yang dialokasikan, pelaksana kerja, dan jadwal pengerjaan sebuah standard operational protocol yang wajib diterapkan untuk setiap proyek publik.
Tak hanya itu, ditemukan pula kendala teknis yang signifikan air tidak masuk ke saluran irigasi dan malah berbelok akibat ketidaksesuaian ketinggian struktur.
Kondisi ini membuat functional purpose dari proyek menjadi tidak optimal.
Beberapa warga yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan, ketiadaan informasi resmi membuat mereka mengingat cerita rakyat tentang keberadaan makhluk gaib yang dipercaya terkadang membantu penyelesaian pekerjaan konstruksi.
“Kalau proyek biasanya ada papan informasinya kan. Tapi yang ini tidak ada sama sekali, jadi masyarakat mulai bilang mungkin ada bantuan dari siluman,” ujar salah satu warga.
Secara administratif, proyek yang dibiayai dari anggaran publik wajib memasang papan informasi untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Ketiadaan papan tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh proses administrasi yang tertunda, kelalaian dalam project management, atau bahkan keengganan untuk mengumumkan detail proyek hal yang sangat bertentangan dengan prinsip good governance dalam pembangunan daerah.
Kasus ini menjadi cermin yang cukup menyakitkan bagi pembangunan Kabupaten Muara Enim sepanjang tahun 2025.
Padahal, infrastruktur berkualitas dan dikelola dengan baik merupakan kunci utama untuk meningkatkan community welfare dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Cerita tentang “siluman” memang menjadi bagian dari warisan budaya lokal Sumatera Selatan yang kaya akan cerita rakyat.
Namun, hal ini bukan alasan bagi pihak terkait untuk tidak memperbaiki sistem dan menjawab pertanyaan masyarakat tentang penggunaan uang rakyat yang seharusnya memberikan manfaat nyata sesuai dengan prinsip public accountability.
Lp:tim
Leave a Reply