
Ruteng-www.selidikkasus.com-Saat ditahan warga Wae Ka, Desa Bangka Lelak pada Minggu 29/11/2020 tengah malam hingga Senin dini hari, terdapat tiga orang lelaki yang menemani Yenni Veronika, isteri calon Bupati Manggarai Deno Kamelus, dalam sebuah mobil Pajero berwarna hitam. .
Seperti diketahui, kasus anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PAN yang juga isteri Bupati Manggarai, Yenni Veronika di tahan warga kecamatan Lelak menjadi heboh baik di medsos maupun dunia nyata.
Warga Lelak menahan Yenni Veronika bersama tiga orang laki-laki karena hadir di tengah malam, di tambah lagi mobil yang mereka gunakan berplat luar daerah dengan nomor polisi DD 1691 YG. Dan mobil tersebut diyakini bukan milik warga di kecamatan Lelak.
Memang kehadiran mobil tersebut pada tengah malam menjadi perhatian dan patut dicurigai warga Lelak, mengingat beberapa hari sebelumnya ada warga yang kehilangan hewan ternak yaitu babi dan beberapa karung halia yang siap jual.
“Kami di kecamatan Lelak masih trauma dengan kehilangan ternak kami yaitu babi dan juga halia yang siap jual,” ujar David Surapaten, salah seorang warga Desa Bangka Lelak, kepada wartawan, Senin 30/11/2020 lalu.
Warga kecamatan Lelak lain, Stefanus Bucetom mengisahkan, dirinya mengikuti mobil tersebut sejak dari Rungget Desa Bangka Tonggur pada pukul 23.15 wita. Sempat Stefanus Bucetom yang mengendarai sepeda motor seorang diri untuk mengikuti mobil tersebut dihentikan oleh sopir mobil tersebut di Wae Kolang untuk menanyakan di mana Desa Bangka Lelak.
Stefanus Bucetom semakin mencurigai kehadiran mereka di mobil tersebut karena ternyata memang mereka adalah orang asing di wilayah tersebut. “Karena Wae Kolang adalah wilayah Desa Bangka Lelak tapi mereka bertanya di mana Desa Bangka Lelak. Dalam hati saya berkata, jangan sampai mereka ini kaki tangan para pencuri hewan babi atau haliah, dan mereka sedang lakukan survey untuk mereka lakukan aksi pencurian,” ungkap Stefanus.
Stefanus akui, sama sekali tidak mengetahui, pengemudi maupun penumpang mobil tersebut. “Tidak satupun saya kenal dari mereka,” ungkapnya.
Usai ditanyai pengemudi mobil tersebut, Stefanus melanjutkan perjalanannya dan berhenti di Wae Ka, Desa Bangka Lelak, kemudian memberitahukan kepada temannya di Wae Ka, perihal mobil yang tidak diketahui identitasnya itu.
Stefanus bersama temannya berdiri di pinggir jalan dan menghentikan kendaraan tersebut, untuk ditanyai, seharusnya mereka ke mana. Namun, setelah mobil berhenti, pengemudi dan seorang penumpang mencari seseorang yang bernama Boni. “Kami tanya sama mereka, Boni siapa? Tetapi mereka akui, tidak mengetahui nama lengkap dari Boni yang mereka cari itu dan tidak mengetahui juga alamatnya. Kami pun semakin curiga, jangan-jangan mereka menanyakan nama Boni itu hanya sebagai modus atau berpura-pura saja,” ungkap Stefanus.
Beberapa saat mobil berhenti, datanglah David Surapaten yang beberapa waktu lalu kehilangan beberapa karung halia siap jual karena ditelepon oleh Stefanus sebelum mobil dihentikan. David yang mencurigai mobil tersebut mengvideokan mobil tersebut dari belakang dengan menggunakan kamera handphone. Karena mengambil video, satu-satunya penumpang perempuan turun dan memarahi Stefanus Surapaten.
Warga pun berdatangan, karena beredar informasi bahwa ada mobil bersama penumpangnya yang tak dikenal memasuki wilayah Lelak di tengah malam.
Karena tidak dikenal-apalagi mereka mengenakan masker, warga pun meminta penumpang mobil menunjukkan identitas dan juga surat-surat mobil. Empat penumpang yang salah satunya perempuan keberatan dengan permintaan warga untuk tunjukkan identitas.
Satu-satunya penumpang perempuan tersebut ternyata adalah Yenni Veronika, yang tidak lain isteri Deno Kamelus, Bupati Manggarai yang sekarang maju sebagai calon Bupati Manggarai periode 2020-2025.
Lalu siapa tiga lelaki yang menemani Yenni Veronika dalam mobil tersebut?
Ini menjadi pertanyaan publik yang belum dijawab.
Publik bertanya, apakah tiga pria berbadan atletis tersebut tim sukses tim DM? apakah mereka ASN di lingkup Pemkab Manggarai yang dibawa Yenni Veronika?
Publik memang patut bertanya, mengingat masih ingat dalam memori publik bahwa Yenni Veronika di duga pernah menekan keluarga ASN di Pong Pahar, Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat pada pertengahan November lalu.
Seperti pernah diberitakan media ini, saat berkunjung ke rumah keluarga ASN di Pong Pahar, Yenni Veronika datang bersama seorang ASN.
Tentu publik tidak menghendaki, ASN di gerakan untuk mendukung pasangan calon Bupati dan wakil Bupati tertentu dalam Pilkada.
Dan setelah berdasarkan penelusuran media ini, ketiga laki-laki dalam mobil yang bersama Yenni Veronika saat ditahan warga kecamatan Lelak, ada yang sebagai ASN dan tenaga kontrak. Sebagaimana yang terekam dalam video yang beredar luas, ASN tersebut diketahui berinisial GRD dan seorang tenaga hororer daerah juga bekerja di instansi yang sama atas nama FK.
Namun ada satu lagi sosok pria yang belum diketahui identitasnya, yang dalam video yang beredar berbadan tegap mengenakan kemeja putih lengan panjang.
Ketiga pria yang bersama Yenni Veronika dalam mobil, berdasarkan pengakuan Yenni, mengunjungi kecamatan Lelak pada malam dalam rangka melakukan kegiatan politik untuk memenangkan paket DM. “Saya mau bertemu tim kami (Tim DM, maksunya-red),” ungkap Yenni Veronika dalam video yang beredar.
Lp/Berita: Diodisius Rikardus Palu Pan.