Terkait dugaan pungli dana bantuan PIP di SDN Sendangrejo, Kadisdikbud Pati dinilai lamban dalam mengambil sikap.

Pati, Jawa Tengah : Selidikkasus.com-
Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Pati, Jawa Tengah angkat bicara terkait pemberitaan di sejumlah media online beberapa waktu lalu terkait dugaan pungutan liar (pungli) dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.

Kadisdikbud Pati Winarto kepada wartawan, Selasa (02/06/2020) diruang kerjanya mengatakan pihaknya langsung memanggil Kepala Sekolah SD Negeri Sendangrejo. Setelah membaca berita di sejumlah media online, pihaknya langsung memerintahkan Sekdin dan Kepala Bidang (Kabid) SD untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

Kita langsung panggil Kepala Sekolah SD Negeri Sendangrejo setelah menadapat kebenaran kabar tersebut dari kabid SD yang melakukan kontak dengan Korwil dan Pengawas.” Kata Winarto

Menurut Winarto, pihak Kepala Sekolah SD Negeri Sendangrejo mengaku jika uang hasil pemotongan dana bantuan PIP yang terkumpul akan dipergunakan untuk santunan anak yatim,” jumlah total uang yang terkumpul dari pemotongan bantuan PIP Rp 2.900.000-, dan rencana uang itu akan dipergunakan untuk santunan anak yatim.” Jelasnya.

Masih menurut Winarto, pihaknya menyarankan kepada kepala sekolah untuk mengembalikan uang bantuan PIP yang dipotong, karena itu 100% merupakan hak bagi murid yang menerima bantuan,” uangnya kita suruh kembalikan kepada wali murid, dan uangnya masih utuh, akan tetapi kita tidak tahu uangnya disimpan sama siapa.” Ungkapnya.

Winarto menyanyangkan tindakan Kepala Sekolah, karena menurutnya itu sudah menyalahi aturan dan perbuatan seperti itu (pungli-red) tidak dibenarkan, apapun alasanya,” bantuan dari pemerintah harus diterima 100% bagi penerima, maka dari itu kita sebagai aparat mengajak semua elemen, termasuk wali murid untuk mengawasi agar tidak terjadi penyimpangan.” Ujarnya.

Terkait permasalahan itu, Disdikbud Pati masih mendalami dan mempelajari permasalahan tersebut, pihaknya juga belum berani mengambil tindakan atau sangsi apa yang harus diberikan,” kita dalami dulu permasalahanya, kita belum berani mengambil tindakan dan memberikan sangsi.” Tutup Winarto.

( lp. Kordinator Pati, Sutono )