Camat Rahong Utara Buka Posko Siaga Bencana, 1.394 Rumah Rusak Akibat Gempa M7,7 Flores

 

 

 

Selidik Kasus – Pemerintah Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, resmi membuka posko siaga bencana gempa bumi menyusul guncangan berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap dampak kerusakan yang melanda sejumlah desa di wilayah tersebut.

 

Camat Rahong Utara, Gabriel Egor, S.IP., menyampaikan hal itu saat diwawancarai media Selidik Kasus di ruang kerjanya, Senin (17/8/2026).

 

“Kami sudah buka posko siaga bencana. Saya sudah koordinasi dengan semua kepala desa untuk bergerak cepat mengidentifikasi masyarakat yang terdampak langsung akibat gempa bumi,” ujar Gabriel Egor.

 

Ia menjelaskan, proses pendataan kerusakan rumah warga masih berlangsung di sejumlah desa. Dari total 7 desa di wilayah Rahong Utara, 5 desa di antaranya masih dalam proses pengambilan data lapangan.

 

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, kerusakan rumah warga tersebar di 12 desa dengan rincian sebagai berikut: Desa Pong Lengor sebanyak 122 rumah, Desa Bangka Ruang 13 rumah, Desa Bangka Ajang 74 rumah, Desa Compang Dari 246 rumah, dan Desa Dimpong 128 rumah. Selanjutnya, Desa Benteng Tubi tercatat 56 rumah, Desa Golo Langkok 135 rumah, Desa Buar 155 rumah, Desa Wae Mantang 116 rumah, Desa Tengku Lesa 258 rumah, serta Desa Manong sebanyak 91 rumah. Secara keseluruhan, tercatat sementara 1.394 unit rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat gempa bumi tersebut. Camat Gabriel Egor menegaskan bahwa angka ini masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang terus berjalan di lapangan.

 

Di tengah situasi darurat ini, Gabriel Egor mengajak seluruh warga Rahong Utara untuk saling menjaga dan menguatkan satu sama lain. Ia menekankan dua hal utama yang harus menjadi prioritas bersama, yakni mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, serta menjaga kesehatan di tengah kondisi darurat bencana.

 

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Rahong Utara menyatakan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dua langkah konkret, yaitu melakukan pendataan secara cepat dan akurat terhadap seluruh warga yang terdampak bencana, serta memastikan kehadiran pemerintah kecamatan dalam memberikan dukungan dan kekuatan moral kepada seluruh kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana.

 

“Pemerintah kecamatan akan terus hadir dan memberikan kekuatan kepada semua KK yang terdampak. Ini bukan hanya soal data, tapi soal kebersamaan kita menghadapi musibah ini,” pungkas Gabriel Egor.

 

Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan di lima desa yang belum rampung masih terus dikebut oleh aparat desa bersama perangkat kecamatan. Selidik Kasus akan terus memantau perkembangan penanganan bencana di wilayah Rahong Utara.

 

 

Penulis/Editor: MA