17.000 Warga Manggarai di Bali Kini Dapat Perhatian Khusus, Bupati Manggarai dan Bupati Badung Kompak Rangkul Perantau

 

 

Bupati Manggarai, Hery Nabit, dan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyepakati kerja sama dalam menangani persoalan warga asal Manggarai yang merantau dan bekerja di wilayah Badung, Bali. Kesepakatan ini muncul saat Bupati Hery Nabit melakukan kunjungan kerja ke Badung pada Kamis, 16 Juli 2026, dan diterima langsung oleh Bupati Adi Arnawa.

 

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mendorong Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk turut berperan dalam pembinaan karakter para perantau asal Manggarai yang bekerja di Badung. Menurutnya, pembinaan semacam itu diperlukan agar para pekerja ikut menjaga ketertiban dan keamanan, sehingga citra pariwisata Bali tetap terjaga dan wisatawan merasa nyaman berkunjung.

 

Sementara itu, Bupati Hery Nabit menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan mempererat hubungan antarpemerintah daerah sekaligus membangun sinergi. Ia mengapresiasi sambutan baik dari Pemerintah Badung terhadap warga Manggarai yang merantau di sana.

 

Meski belum memiliki data resmi mengenai jumlah pasti perantau asal Manggarai di Badung, Hery memastikan pemerintahnya akan terus memperkuat pembinaan terhadap warganya demi menjaga suasana kondusif di Bali.

 

Menanggapi kerja sama tersebut, Ketua Umum Ikatan Keluarga Manggarai Bali (IKMB), Ardy Ganggas, menyambut baik sinergi lintas pemerintah antara Manggarai dan Badung. Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 17.000 warga asal Manggarai yang tinggal dan bekerja di Bali, terdiri dari pelajar, mahasiswa, pekerja, pelaku usaha termasuk sektor pariwisata, anggota TNI-Polri, hingga aparatur sipil negara.

 

Menurut Ardy, sebagian besar dari mereka telah tergabung dalam kelompok keluarga yang berada di bawah koordinasi paguyuban Flobamora Bali, sehingga memudahkan koordinasi apabila terjadi persoalan.

 

Ia juga menambahkan bahwa selama ini para perantau asal Manggarai telah berkontribusi menjaga ketertiban di Bali. Khusus di Badung, komunitas ini memiliki perwakilan di Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta menjalin sinergi dengan banjar setempat tempat mereka tinggal.

 

 

Penulis/Editor: MA