Kondisi SMP 4 Muara Danau Memprihatinkan Bangunan Lapuk, Fasilitas Rusak, dan Lapangan Jadi Genangan Air

MUARA ENIM,selidikkasus.com– Potret memprihatinkan terlihat jelas di SMP Negeri 4 Muara Danau, Kecamatan Semendo darat laut kabupaten muara Enim Sumatra selatan


Bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan layak bagi peserta didik untuk menuntut ilmu, justru tampak memilukan dengan berbagai kerusakan parah yang dibiarkan berlarut-larut, Rabu (03/06/2026).

Pantauan di lokasi memperlihatkan kondisi fisik bangunan yang banyak bagiannya sudah lapuk dan tidak terawat. Keramik di lorong maupun ruang kelas terlihat banyak yang pecah, copot, hingga berantakan yang berisiko membahayakan keselamatan siswa.

Belum lagi kondisi lapangan sekolah yang beralaskan tanah, saat hujan turun langsung berubah menjadi becek dan berlumpur karena tidak menggunakan pemasangan paving blok.

Kondisi semakin parah karena saluran air di lingkungan sekolah tidak berfungsi sama sekali. Akibatnya, setiap kali turun hujan, lapangan dan halaman sekolah langsung tergenang air dalam waktu lama.

Tak hanya itu, sampah juga terlihat berserakan di beberapa sudut sekolah, mencerminkan kurangnya fasilitas penunjang maupun penanganan kebersihan yang maksimal.

Paling menyayat hati, para siswa terpaksa belajar menggunakan kursi plastik. Itu pun bukan bantuan dari pemerintah, melainkan hasil swadaya dan inisiatif sendiri dari para wali murid yang membelikan kursi tersebut sebagai kenang-kenangan saat pelepasan siswa kelas VI beberapa waktu lalu.

Fasilitas belajar yang sangat jauh dari kata layak untuk sebuah lembaga pendidikan resmi.

Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Sekolah SMPN 4 Muara Danau, Egi Duwi Putra, S.Pd., membenarkan seluruh kondisi memprihatinkan tersebut.

Dengan nada bicara yang pasrah dan santai, ia mengaku sudah tidak banyak daya untuk berbuat lebih baik demi membenahi sekolahnya.

“Kami sudah berusaha mengusulkan pemasangan paving blok untuk lapangan, bahkan usulan itu sudah kami masukkan sejak Musrenbang, namun sampai saat ini belum ada realisasi.

Kami hanya bisa berharap dan terus mengajukan usulan, tapi hasilnya belum terlihat,” ungkap Egi.

Ia juga menceritakan kepayahan pihaknya dalam mengatasi masalah genangan air. Menurutnya, saluran pembuangan tidak bisa dibuat karena di sekitar sekolah adalah tanah kebun milik warga yang tidak mengizinkan digarap.

Akhirnya, demi mencegah sekolah terendam banjir, pihak sekolah terpaksa melakukan langkah ekstrem.

“Kami bingung air harus dibuang ke mana, tidak ada tempat. Akhirnya kami terpaksa menjebol sumur air bersih milik sekolah untuk dijadikan penampungan air hujan.

Kami korbankan sumur itu dan tidak kami pakai lagi, daripada sekolah kebanjiran setiap hujan,” keluhnya.

Masalah fasilitas belajar pun tak kalah pelik. Meskipun sudah ada bantuan bangku dari dinas terkait, jumlahnya belum mencukupi.

Sementara bangku lama yang ada sudah tidak layak pakai karena usia pakai yang sudah sangat tua dan rusak.

“Kursi plastik yang dipakai siswa itu murni inisiatif wali murid, kami tidak memaksakan.

Mereka ingin membelikan karena memang kami sangat kekurangan meja dan bangku. Untuk perbaikan keramik, kami sudah pakai sebagian Dana BOS, tapi dananya sangat tidak memadai. Kami hanya sanggup mengganti yang rusak berat atau parah saja, selebihnya kami biarkan apa adanya,” paparnya lagi.

Kondisi yang sangat memprihatinkan ini menuai kritik keras dari berbagai pihak. Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim yang dikonfirmasi terkait hal ini mengaku akan segera mengecek kebenaran laporan dan proposal yang pernah diajukan sekolah.

Ia berjanji akan berupaya merespons keluhan ini secepatnya, mengingat kondisi sekolah yang sudah dikatakan sangat darurat dan tidak layak.

Masyarakat dan orang tua siswa berharap pemerintah daerah tidak menutup mata. Fasilitas pendidikan yang rusak parah dan tidak layak ini sangat mempengaruhi kenyamanan, keamanan, dan kualitas belajar siswa.

Sudah saatnya perhatian nyata diberikan, jangan sampai generasi penerus bangsa di Semende

LP(tim redaksi selidikkasus.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*