Eksekusi Rumah Tunggu Tubang Batal, Arwin Tino Angkat Bicara: Adat Tunggu Tubang Tak Bisa Diperjualbelikan Tanpa Persetujuan

Muara Enim, selidikkasus.com – Ketegangan sempat mewarnai proses eksekusi sebuah rumah di Pulau Panggung, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), pada Senin, 20 Oktober 2025.

Namun, eksekusi tersebut mendadak dibatalkan oleh petugas Pengadilan Negeri Muara Enim setelah mendapat penolakan dari pihak yang mengaku sebagai ahli waris.

Dengan didampingi kuasa hukum mereka, Arwin Tino, para ahli waris berdiri tegak di depan rumah, melarang petugas masuk sambil menunjukkan berbagai dokumen kepemilikan sebagai bentuk protes.

Sebuah truk yang semula disiapkan untuk mengangkut isi rumah akhirnya meninggalkan lokasi tanpa melakukan tindakan apa pun.

Puluhan personel kepolisian berseragam lengkap dan berpakaian preman turut diterjunkan ke lokasi untuk menjaga keamanan.

Arwin Tino menjelaskan bahwa penundaan eksekusi dilakukan karena masih ada sejumlah hal yang harus diperiksa kembali oleh pengadilan.

“Kita berterima kasih kepada Ketua Pengadilan yang menunda pelaksanaan eksekusi hari ini.

Terima kasih juga kepada Bapak Kapolres Muara Enim karena tidak ada terjadi pemaksaan dalam hak-hak orang lain terabaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arwin Tino mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan gugatan resmi ke Polres Muara Enim untuk melakukan pengecekan dokumen sah kepemilikan.

“Dalam gugatan kami, surat-surat diperiksa oleh pengadilan, meminta pengesahan apakah benar surat-surat kami,” jelasnya.

Menurut Arwin Tino, sengketa ini bermula dari adanya pihak lain yang mengklaim telah membeli rumah milik kliennya.

Padahal, rumah tersebut tidak bisa diperjualbelikan tanpa ada persetujuan adat Tunggu Tubang yang ada di Semende.

“Kita tidak tahu dia membeli kepada siapa, seharusnya adat Semende Tunggu Tubang tidak bisa diperjualbelikan tanpa ada persetujuan dari pihak Tunggu Tubang.

Saya sudah sampaikan, jika kamu sudah membeli mana persetujuan Tunggu Tubang, jadi kita tahu dari siapa, tapi itu tidak terlaksana, dan menurut kami ini cacat hukum,” tegasnya.

Arwin Tino meyakini bahwa semua dokumen resmi Tunggu Tubang yang berdiri sudah puluhan tahun tersebut menjadi dasar kuat bagi pengadilan untuk menangguhkan eksekusi.

Sengketa ini akan berlanjut ke proses hukum selanjutnya untuk memastikan keabsahan dokumen kepemilikan.

Lp:Nopri Hartono

13 Komentar

  1. WW88 là một trong những nhà cái trực tuyến uy tín hàng đầu châu Á, được đông đảo người chơi tin tưởng lựa chọn. Sở hữu giấy phép hoạt động hợp pháp quốc tế, WW88 mang đến một sân chơi giải trí đẳng cấp với hệ sinh thái đa dạng, bao gồm: cá cược thể thao, casino trực tuyến, nổ hũ, bắn cá, game bài và nhiều trò chơi hấp dẫn khác.

  2. Arwintino ini, gak mengerti, tidak bisa membedakan antara adat dan hukum Islam, jual beli itu sah, terkecuali apa bila hakim menyatakan sebaliknya, gak punya Irwin Tino ini, jangan lah masyarakat memilih pengacara TOLOL seperti Irwin Tino ini, kalah dalam beracara, hanya semata mata mencari Honor belaka, sehingga MENYURUH ORANG BERPERKARA, MENYURUH MASYARAKAT SEMENDO RUSUH, itu lah ciri khas orang yg TIDAK NASIONALIS.

  3. I am also writing to let you know of the beneficial encounter my cousin’s princess enjoyed viewing your web site. She discovered some things, not to mention what it is like to possess an excellent teaching mood to have many others quite simply learn certain tortuous topics. You really exceeded readers’ expected results. Thanks for rendering the helpful, safe, revealing and as well as unique thoughts on the topic to Julie.

Tinggalkan Balasan ke hepatoburn Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*