Agustus 9, 2025 Ruteng Selidikkasus.com__Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025 kategori Pratama. Pengakuan bergengsi ini diberikan langsung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui acara virtual pada Jumat malam, 8 Agustus 2025.
Pencapaian membanggakan ini diraih berkat penilaian komprehensif terhadap komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung pemenuhan hak-hak anak. Kabupaten Manggarai terbukti telah memenuhi 24 indikator penilaian KLA, menandakan keseriusan dalam membangun daerah yang benar-benar layak bagi generasi muda.
Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, menekankan bahwa penghargaan KLA ini merupakan wujud nyata dari kerja kolaboratif berbagai pihak di Manggarai. “Penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama adalah bentuk pengakuan terhadap kerja-kerja kolaboratif yang sudah berjalan dengan banyak pihak. Kita merasa berada di jalur yang tepat untuk melindungi kepentingan kaum perempuan dan anak-anak di Kabupaten Manggarai,” tegas Herybertus saat dihubungi Selidikkasus.com, Sabtu.
Menurut Bupati Hery Nabit, sejak Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak dibentuk sebagai dinas tersendiri pada 2022, berbagai kegiatan perlindungan dilaksanakan secara kolaboratif. Kemitraan strategis terjalin dengan organisasi non-pemerintah yang telah lama menggeluti isu ini, termasuk Yayasan Weta Gerak, Wahana Visi Indonesia, Gereja Katolik, dan Polres Manggarai.
“Berdasarkan pengalaman mereka, pendampingan dan kerja sama yang erat, maka dilakukan berbagai hal yang terkait perlindungan perempuan dan anak,” ungkap Bupati Hery Nabit.
Khusus untuk isu anak, telah terbentuk dan berkembang Forum Anak Kabupaten Manggarai (FAKAM) yang jangkauannya meluas hingga tingkat Desa/Kelurahan dan sekolah-sekolah. Hal ini menunjukkan pendekatan grassroots yang kuat dalam upaya perlindungan anak.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah berkomitmen melakukan perbaikan di area-area yang masih perlu peningkatan berdasarkan hasil penilaian. Tujuannya agar isu perlindungan perempuan dan anak menjadi kepedulian bersama seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan demikian, pelan tapi pasti akan terwujud masyarakat yang kaum perempuan dan anak-anaknya terlindungi,” pungkas Herybertus.
Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Manggarai, Yasinta Aso, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh mitra yang telah mendukung pencapaian prestasi ini. “Berterima kasih, tentunya kepada semua pihak yang telah bekerja sama dengan kami, yang telah memberikan dukungan signifikan dalam upaya kami menciptakan lingkungan yang ramah anak,” katanya.
Yasinta Aso berharap penghargaan ini dapat memotivasi Kabupaten Manggarai untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengembangan kompetensi anak-anak. Meski demikian, ia mengakui masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan ke depan melalui kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak, terutama terkait 5 kluster KLA.
“Ada 5 Kluster KLA yang perlu ditingkatkan pelaksanaannya dan akan didiskusikan lebih lanjut. Karena hal ini akan melibatkan banyak pihak yang tergabung di dalam gugus tugas KLA,” jelas Yasinta Aso saat dihubungi via ponsel, Sabtu.
Menurutnya, pengakuan sebagai Kabupaten Layak Anak tahun 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen Kabupaten Manggarai dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang optimal anak-anak.
Perlu diketahui, selain Manggarai, Kemen PPPA memberikan Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025 kepada 355 Kabupaten/Kota secara nasional. Pembagiannya terdiri dari 22 kategori Utama, 69 kategori Nindya, 125 kategori Madya, dan 139 kategori Pratama.
Tidak hanya itu, Penghargaan Provinsi Layak Anak (PROVILA) juga diberikan kepada 13 Provinsi yang telah melakukan upaya maksimal menggerakkan Kabupaten/Kota di wilayahnya untuk mewujudkan KLA.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memberikan apresiasi tinggi kepada para penerima penghargaan. Ia menegaskan pentingnya membangun kota yang ramah anak, bukan hanya layak huni tetapi juga layak dicintai.
“Saya ucapkan selamat kepada bapak dan ibu yang telah menerima penghargaan ini. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa membangun kota ramah anak adalah tanggung jawab bersama,” kata Menko PMK dalam sambutannya di Jakarta pada Jumat malam, 8 Agustus 2025.
Penulis/Editor : MA-NTT