
Tangerang, selidikkasus.com – Volume sampah di Kabupaten Tangerang Barat (KTB) saat pasca liburan Idhul Fitri 1441 H kemarin masih seperti biasanya, dan tidak mengalami peningkatan yang signifikan walaupun jumlah masyarakat yang diam di rumah hampir menyeluruh di Wilayah Kabupaten Tangerang selama penyebaran penularan pandemi Covid-19.
Menurut Agus Hermawan, Bendahara dari Dinas Kebersihan sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mauk setiap harinya mencapai 135 hingga 170 ton, akan tetapi saat pasca liburan lebaran volume sampah meningkat menjadi 160 hingga 165 ton per/hari,” jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang H. Apung Hadiat Purwoko, menyebutkan” peningkatan volume sampah Tahun 2020 meningkat pada saat malam takbiran, dan hari raya Idhul Fitri saja dengan kenaikan mencapai sekitar 35 persen, kurang lebihnya, “ujarnya.
Pada tahun sebelumnya 2019 saat itu, peningkatan volume sampah lumayan tinggi, apalagi sampah rumah tangga pasca Idhul Fitri mencapai peningkatan hingga 20 – 30 persen, ujarnya menambahkan.
Agus Hermawan selaku Dinas Kebersihan mengatakan “dan saat Selama di berlakukan PSBB sesuai anjuran pemerintah, untuk diam dirumah selama 3 bulan terakhir ini di lingkungan masyarakat, volume sampah itu sendiri tidaklah mengalami peningkatan yang signifikan dan masih normal seperti biasanya,”.
Padahal biasanya justru apabila menjelang Idhul Fitri peningkatan volume sampah sangatlah drastis, tapi sekarang tidak,” ujar Agus Hermawan, saat ditemui wartawan selidikkasus.com di Kantor Dinas Kebersihan, Senin (01/06/2020).
Di wilayah pedesaan pada umumnya masyarakat mengatasi permasalahan sampah secara mandiri, yakni dengan melakukan pembakaran sampah kering, dan penimbunan sampah basah.
Saat ini, terang dia, UPT Kebersihan cuma memiliki 55 armada truck sampah.
“Dengan jumlah truk yang kami miliki, sekarang kami baru melayani pengangkutan sampah 45 persen dari jumlah penduduk, atau setara dengan sekitar 150 ton sampah per hari. Untuk 108 truk sampah itu pun, pengangkutan sampah diusahakan 30 persen terangkut,” tuturnya.
Dari Dinas Kebersihan pun menyarankan, agar ada peran aktif masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan nya dengan tidak membuang sampah dengan sembarangan, terutama kesadaran dari diri pribadi, masyarakat di Bandung Barat agar tetap selalu menjaga kebersihan di lingkungan nya masing-masing, dengan demikian secara tidak langsung menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih..
{Tomy\Kaperwil Banten}