Sukses Panen Cabai Jadi Teladan Desa Babatan Tunjukkan Pola Sukses Penguatan Ketahanan Pangan untuk Desa Lain

MUARA ENIM,selidikkasus.com- Kegiatan panen cabai dari lahan ketahanan pangan Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Laut, berlangsung meriah dan menjadi bukti nyata bahwa pengembangan komoditas pertanian lokal mampu mengangkat taraf ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Acara yang menjadi inspirasi bagi desa-desa sekitar dihadiri langsung oleh Kepala Desa Babatan Dedi Rasid, Camat Semende Darat Laut Hasbullah Yusuf, S.H., M.M., serta Ibu Desi Kusindarti, Am. Keb., SKM, yang turut memberikan edukasi dan panduan bagi desa lain yang ingin mengikuti jejak keberhasilan ini.

Lahan ketahanan pangan seluas 2 hektar yang menjadi lokasi panen ini direncanakan dan dikelola dengan prinsip pengelolaan sumber daya lokal yang optimal. Desa Babatan menerapkan beberapa langkah kunci yang bisa dijadikan acuan bagi desa lain, antara lain:

Perencanaan yang Matang: Menentukan komoditas sesuai dengan kondisi tanah dan iklim lokal cabai dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil

Pemberdayaan Petani: Memberikan pelatihan teknik budidaya modern, mulai dari pemilihan bibit unggul, pengolahan tanah, hingga pengendalian hama dan penyakit secara ramah lingkungan

Sinergi Antar Pihak: Kerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten, kelompok tani lokal, dan pemerintah kecamatan untuk mendapatkan dukungan teknis serta akses pemasaran

Manajemen Air yang Efisien: Menggunakan sistem irigasi sederhana namun efektif yang bisa dibangun dengan biaya terjangkau oleh masyarakat

Dalam sambutannya, Kepala Desa Babatan Dedi Rasid menekankan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tentang mencukupi kebutuhan makanan sehari-hari, tetapi juga sebagai fondasi untuk kemajuan ekonomi dan sosial desa.

“Kami membangun lahan ketahanan pangan ini dengan tujuan agar Desa Babatan tidak lagi tergantung pada pasokan komoditas dari luar daerah.

Cabai yang kami hasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dapat diperdagangkan ke pasar di Kabupaten Muara Enim bahkan luar daerah, sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi para petani,” ujarnya dengan penuh bangga.

Ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan ini dimulai dari kesadaran bersama bahwa setiap desa memiliki potensi untuk mandiri dalam menyediakan kebutuhan pangan. “Tidak ada desa yang tidak bisa mengembangkan lahan ketahanan pangan.

Yang dibutuhkan adalah komitmen dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga para petani itu sendiri,” tambahnya sebagai pesan edukatif bagi desa lain.

Camat Semende Darat Laut Hasbullah Yusuf, S.H., M.M., yang turut meramaikan acara panen, memberikan apresiasi tinggi dan menjelaskan bahwa keberhasilan Desa Babatan akan dijadikan model pembangunan untuk diadopsi oleh 15 desa lainnya di kecamatan.

“Ketahanan pangan adalah prioritas utama pembangunan daerah. Keberhasilan Desa Babatan membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, kita bisa mengubah lahan yang ada menjadi sumber kekayaan lokal,” ujarnya.

Beliau juga memberikan edukasi terkait kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan ketahanan pangan, antara lain subsidi bibit dan pupuk organik, pelatihan berkelanjutan bagi petani, serta pembentukan jejaring pemasaran untuk memastikan hasil panen dapat terjual dengan harga yang menguntungkan.

“Kami akan membantu desa-desa yang ingin mengembangkan lahan ketahanan pangan dengan memberikan bantuan teknis dan pendampingan secara intensif.

Tidak hanya cabai, desa bisa memilih komoditas lain seperti tomat, bawang, atau sayuran lainnya sesuai dengan potensi lokal masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Ibu Desi Kusindarti, Am. Keb., SKM, menjelaskan hubungan erat antara ketahanan pangan dengan kesehatan masyarakat.

“Ketika desa mampu menghasilkan makanan sendiri, kita dapat memastikan bahwa masyarakat mendapatkan akses terhadap bahan makanan segar, bergizi, dan bebas dari bahan kimia berbahaya.

Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan kesehatan dan produktivitas masyarakat secara keseluruhan,” paparnya.

Acara panen juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman yang mengharumkan, di mana para petani dari Desa Babatan berbagi teknik dan strategi yang telah mereka terapkan.

Salah seorang petani yang telah mengikuti program sejak awal, menyampaikan bahwa perubahan pola pikir menjadi kunci keberhasilan.

“Dulu kita hanya bercocok tanam untuk kebutuhan sendiri, tapi sekarang kita belajar untuk mengelolanya secara profesional seperti bisnis yang sebenarnya,” ujarnya.

Para perwakilan dari desa-desa sekitar yang hadir menyampaikan antusiasme mereka untuk mengadopsi model yang sama di daerah masing-masing.

Mereka mendapatkan panduan lengkap mengenai tahapan pembangunan lahan ketahanan pangan, mulai dari persiapan lahan hingga pemasaran hasil panen.

Dalam sesi edukatif, juga dijelaskan berbagai tantangan yang mungkin dihadapi desa lain beserta solusinya, antara lain:

Kurangnya Modal Awal Dapat mengajukan bantuan dari Dana Desa atau program bantuan pemerintah daerah

Keterbatasan Pengetahuan Teknis Mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian atau bekerja sama dengan perguruan tinggi lokal

Masalah Pemasaran Membentuk kelompok tani untuk memperkuat daya tawar dan menjalin kerja sama dengan pedagang besar atau pasar modern

Keberhasilan panen cabai lahan ketahanan pangan Desa Babatan diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam gerakan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, diharapkan semakin banyak desa di Indonesia yang mampu berdiri sendiri dalam menyediakan kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Lp:Nopri Hartono

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*