Apel Akbar Siwa Siswi SMP Negeri Se Kabupaten Kediri Menyatakan Sikap ” Stop Kekerasan Di Sekolah Dan Ramadan Idhul Fitri Tanpa Petasan

 

Kediri, Selidikkasus.com. – Ratusan Siswa Siswi SMP Negeri se Kabupaten Kediri berkomitmen dan deklarasi melakukan Apel Akbar, menyatakan sikap pada hari Selasa ( 3/3/2026).menggema serentak di seluruh SMP Negeri se-Kabupaten Kediri, Selasa (3/3/2026) , di bawah langit pagi yang cerah ribuan siswa berdiri tegak dalam Apel Akbar bertema “Stop Kekerasan di Sekolah dan Ramadan–Idul Fitri Tanpa Petasan”

Bukan sekadar apel rutin, ini adalah deklarasi perang terhadap perundungan, kekerasan, dan tradisi petasan yang membahayakan.
Momentum ini menjadi penegasan bahwa sekolah bukan arena intimidasi, bukan ruang takut, dan bukan tempat kekerasan tumbuh diam-diam. Sekolah adalah ruang aman untuk belajar, bertumbuh, dan membangun karakter.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Saat memimpin apel di SMPN 1 Ngasem, beliau menekankan bahwa pembentukan karakter jauh lebih penting daripada sekadar capaian akademik.

“Tidak boleh ada kekerasan, dalam bentuk apa pun. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, tempat tumbuhnya empati, rasa hormat, dan kebersamaan. Ramadan ini harus menjadi titik balik penguatan akhlak siswa,” tegasnya

Beliau juga mengingatkan bahwa bahaya laten petasan yang kerap marak menjelang Idul Fitri. setiap tahun, suara ledakan tak hanya memecah malam takbiran, tetapi juga meninggalkan risiko cedera, kebakaran, hingga gangguan ketertiban umum, masih disampaikanya :
“Rayakan Ramadan dan Idul Fitri dengan ibadah dan kegiatan positif. Tanpa petasan. Jangan gadaikan keselamatan hanya demi sensasi sesaat,” ujarnya tegas.

Dalam apel tersebut, seluruh siswa dan guru membacakan deklarasi bersama, dilanjutkan penandatanganan komitmen sebagai simbol tekad kolektif. Sejumlah sekolah memperkuat pesan moral lewat orasi pelajar dan pembacaan puisi bertema perdamaian, menghadirkan suasana haru sekaligus penuh semangat perubahan.

Gerakan serentak ini bukan sekadar simbolik. Dinas Pendidikan memastikan pengawasan dan pembinaan akan diperketat agar komitmen ini benar-benar hidup dalam keseharian sekolah. Tidak boleh ada lagi ruang abu-abu bagi pelaku perundungan. Tidak boleh ada pembiaran.

Kabupaten Kediri mengirim pesan jelas: pendidikan bukan hanya soal nilai rapor, tetapi tentang membentuk generasi berkarakter kuat, berempati tinggi, dan bertanggung jawab. Ramadan dijadikan momentum refleksi, menuju sekolah yang benar-benar aman, damai, dan bermartabat, sesuai harapkan para pendidik dan orang tua murid pada umumnya.

( jurnalis : Nurayati)