Ruteng – Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) berencana menggelar aksi demonstrasi ke Polres Manggarai dan Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam waktu dekat. Aksi tersebut terkait keberatan mereka terhadap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cunca Lega yang dinilai merusak destinasi wisata unggulan Kabupaten Manggarai.
Sekretaris Jenderal LPPDM, Gregorius Antonius Bocok, SH, bersama Humas LPPDM, Agapitus Jehambut, SIP, menyampaikan kepada awak media bahwa pembangunan PLTA yang dilaksanakan oleh PT Hakana telah menimbulkan kerusakan pada kawasan wisata Air Terjun Cunca Lega.
“Pembangunan PLTA ini secara perlahan menggerus keindahan alam yang menjadi daya tarik utama destinasi wisata Cunca Lega. Kami melihat banyaknya pohon yang tumbang akibat proses pengerjaan proyek, dan ini sangat mengkhawatirkan,” ungkap Bocok.
Agapitus Jehambut menambahkan bahwa kekhawatiran mereka bukan hanya pada tahap pembangunan saja. “Ketika PLTA ini mulai beroperasi, limbah atau kotoran dari aktivitas perusahaan dikhawatirkan akan mengalir ke air terjun dan membuat air menjadi keruh. Ini akan menghilangkan daya tarik wisata Cunca Lega yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Manggarai,” jelasnya.
Air Terjun Cunca Lega yang terletak di Desa Tengku Lese, Kecamatan Rahong Utara, merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Manggarai. Dengan ketinggian sekitar 25 meter dan memiliki dua tingkatan aliran air, Cunca Lega dikenal sebagai air terjun yang paling banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Keberadaan proyek PLTA di kawasan ini sebelumnya juga pernah menuai kritik dari para pemerhati pariwisata pada tahun 2022. Mereka mendesak Bupati Manggarai untuk membekukan proyek PLTA Cunca Lega karena dinilai mengancam kelestarian aset wisata unggulan tersebut.
LPPDM menegaskan bahwa aksi demonstrasi akan dilakukan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang peduli terhadap pelestarian lingkungan dan potensi wisata daerah dan berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu pembangunan yang berdampak pada masyarakat di Kabupaten Manggarai.
Penulis/Editor: MA