Mahasiswa dan koalisi masyarakat rokan hilir minta BPN Kanwil Riau segera bersikap

Pekanbaru – Mahasiswa dan koalisi masyarakat rokan hilir minta BPN Kanwil Riau segera bersikap.

Adi syahputra, koordinator unjuk rasa mengirimkan surat permintaan audensi kepada BPN Riau untuk kedua kalinya setelah adanya permintaan penyesuaian jadwal audensi dari BPN Riau. Permintaan audensi yang dilayangkan oleh hipemarohi dan koalisi masyarakat rokan hilir ini merupakan bentuk lanjutan dari aksi unjuk rasa yang dilakukan pada tanggal 17 Desember 2025 di kantor BPN Riau dan unjuk rasa 18 Desember 2025 di kawasan PT. Salim Invomas rokan hilir.

” Kami minta BPN Riau segera menerima kami, agar polemik antara masyarakat dan PT. Salim Invomas mendapat titik terang ” Ujar Adi.

Polemik yang terjadi antara masyarakat dengan PT. Salim Invomas didasari oleh matinya HGU PT. Salim Invomas sejak tahun 2023 tetapi masih beroperasi hingga kini serta adanya ponalakan keras untuk dilakukan perpanjangan HGU PT. Salim Invomas karena PT tersebut tidak menjalankan kewajibannya untuk masyarakat seperti plasma 20% dan CSR.

Angga Rambe, Ketua Persatuan Mahasiswa Hukum Riau (Permahri) yang juga merupakan mahasiswa asal rokan hilir juga mengemukakan pendapatnya, bahwa operasi yang masih berjalan di atas HGU mati merupakan suatu bentuk perbuatan melawan hukum dan merupakan suatu bentuk perbuatan pidana.

“Beroperasi diatas HGU mati maka artinya setiap harinya PT. Salim Invomas menyebabkan kerugian negara dan hal ini tidak dapat dibiarkan” Ujar angga rambe

Kami meminta agar pemerintah berpihak kepada masyarakat dan menegakkan hukum yang berlaku, jangan sampai ada kesepakatan jahat yang dapat merugikan masyarakat dan negara. Melalui audensi ini kami akan meminta kepada pemerintah melalui BPN agar dapat segera mengambil sikap tegas sesuai dengan ketentuan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan di masyarakat.

” Audensi ini merupakan upaya kami dalam mencari titik terang, apabila permohonan kami tidak ditanggapi maka kami, mahasiswa serta koalisi masyarakat rokan hilir siap untuk turun ke jalanan untuk kesekian kalinya demi menegakkan keadilan ” Tutup Adi selaku koordinator aksi