Masyarakat Desa Perapau(SDL) Rindukan Kekompakan, Butuh Sosok Pemimpin yang Mengayomi

Muara Enim , -selidikkasus.com Masyarakat Desa Perapau, Kecamatan Semendo Darat Laut, Kabupaten Muara Enim merindukan suasana kekompakan dan gotong royong seperti dulu.


Namun, harapan tersebut terganjal oleh ketiadaan sosok pemimpin yang mampu membina dan menggerakkan semangat kebersamaan di desa.

Gotong royong, sebagai warisan budaya luhur bangsa, merupakan perekat sosial yang kuat di masyarakat pedesaan.

Melalui gotong royong, berbagai kegiatan desa dapat dilaksanakan dengan lebih mudah dan efisien, mulai dari pembangunan infrastruktur, kegiatan sosial, hingga menjaga keamanan lingkungan.

“Dulu, masyarakat Desa Perapau sangat kompak dan gemar bergotong royong. Setiap ada kegiatan desa, semua warga turun tangan membantu.

Tapi sekarang, semangat itu mulai memudar,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Desa Perapau yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, salah satu penyebab merosotnya semangat gotong royong adalah kurangnya sosok pemimpin yang mampu menginspirasi dan menggerakkan masyarakat.

Tanpa adanya pemimpin yang mengayomi dan memberikan contoh, masyarakat merasa kehilangan arah dan motivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan desa.

“Kami sebagai masyarakat butuh pemimpin yang bisa membina kekompakan dan menggerakkan semangat gotong royong. Pemimpin yang mau turun ke lapangan, mendengarkan keluhan masyarakat, dan memberikan solusi,” imbuhnya.

Masyarakat Desa Perapau berharap agar pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat dapat segera mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini.

Sosialisasi tentang pentingnya gotong royong dan pembentukan kelompok-kelompok kerja di tingkat RT/RW dapat menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan di desa.

Selain itu, peran tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda juga sangat penting dalam membina moral dan etika masyarakat.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Desa Perapau dapat kembali menjadi desa yang kompak, harmonis, dan sejahtera. (Tim Redaksi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*