Gresik- Aktifitas blasting atau pemerataan dengan menggunakan detonator yang dilakukan oleh pihak PT.Bungah Industrial Park (BIP) di Desa Melirang Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik kini kembali menjadi sorotan warga. Belum tuntas polemik sengketa lahan dan penolakan rencana pembongkaran makam keramat, kini sejumlah rumah warga mengalamai retakan akibat aktifitas blasting atau pemerataan lahan dengan menggunakan detonator atau alat peledak.
Metode ini dilakukan karena sebagian lahan di area perbukitan, sehingga harus dilakukan blasting untuk memecah bebatuan.
Sejumlah rumah warga mengalami retakan terdampak aktifitas blasting atau pemerataan lahan di duga menggunakan daya ledak yang cukup tinggi. Akibatnya belasan rumah yang berada di empat RT yakni RT 25, 27,28 dan 29 mengalami kerusakan. Selain rumah bangunan Mushollah juga ikut terdampak.
“Sejak Minggu siang sekitar pukul 12.30 WIBkejadianya, ledakan kalau gak salah terjadi dua kali, dan getaranya terasa lebih keras dari sebelum sebelumnya. Tembok rumah saya di beberapa titik langsung retak,” ujar Rahman salah satu warga terdampak.Senin,(1/12/2025).
Lanjut Rahman, selain getaranya yang lebih kencang, suara ledakan lebih keras dibanding sebelum sebelumnya. Bahkan warga menggambarkan suara dan getaran tersebut mirip seperti gempa bumi.
“Awalnya saya kira gempa bumi, karena sebelumnya tidak sekeras kemarin. Ternyata itu dari aktifitas pemerataan lahan PT.BIP,”terangnya.
Rahman menuturkan tim dari PT.Bungah Industrial Park telah turu mendatangi rumahnya untuk melakukan pengecekan terhadap retakan dampak aktivitas blasting. Pihak perusahaan pun berjanji akan bertanggungjawab dan akan memberikan ganti rugi.
“Sudah ada tim PT.BIP yang ke sini dan melakukan pengecekan. Katanya pihak perusahaan janji akan mengganti rugi kerusakan,”ungkapnya.
Selain ganti rugi warga juga meminta daya ledak aktivitas blasting yang dilakukan PT. Bungah Industrial Park agar dikurangi, sehingga tidak semakin berdampak buruk dan mengganggu ketentraman warga.
“Warga tidak menghendaki ledakan terlalu keras, agar tidak semakin memperparah keadaan serta mengganggu ketentraman warga,”jelas Rahman.
Terpisah, salah satu tokoh masyarakat dusun Perengkulon mengatakan bahwa kejadian retaknya rumah akibat ledakan PT.BIP jangan sampai terulang kembali. Di saat warga sedang istirahat siang seringkali dikagetkan dengan suar ledakan yang cukup keras.
“Warga banyak yang resah,dua hari ni sudah menjadi bahan perbincangan warga, seandainya terulang lagi, jangan salahkan warga. Saya pastikan warga akan melakukan demo ke lokasi PT.BIP,”ujarnya yang di amini warga lain.
Sementara itu, Project Manager PT.Bungah Industrial Park Teguh saat di hub via WhatsAap mengaku pihak perusahaan telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan rumah warga yang terdampak.
Dirinya menegaskan perusahaan akan bertanggung jawab dan memberikan ganti rugi akibat aktivitas peledakan pemerataan lahan.
“Kami sudah menurunkan tim untuk mengecek ke lokasi rumah yang terdampak detonator. Kami mengakui bahwa keretakan rumah warga itu di akibatkan oleh getaran peledak, namun ada juga yang retak lama, tetapi pihak perusahaan akan bertanggung jawab memberikan ganti rugi terhadap rumah yang terdampak,”terang Teguh.(Fun)