Yusran Ependi,Sebagai Wakil Rakyat Kecewa Dengan Keputusan Guburnur Sumsel Terkesan Mengabaikan Usulan DPRD Kabupatrn Muara Enim

Yusran Efendi: Sebagai Wakil Rakyat, Terus Terang Saya Kecewa Dengan Keputusan Gubernur Sumsel Yang Terkesan Mengabaikan Usulan DPRD Kabupaten Muara Enim.

Muara Enim, Selidikkasus.com – Anggota DPRD fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Yusran Efendi mengatakan. Sebagai wakil rakyat, saya sangat kecewa dengan sikap Gubernur Sumsel yang seolah menolak usulan DPRD Kabupaten Muara Enim.

Yusran menilai, keputusan Gubernur Sumsel yang lebih memilih memprioritaskan Kepala dinas perdagangan Provinsi untuk menjadi PJ kepala daerah Kabupaten Muara Enim. Seolah, terkesan enggan menerima usulan dari (45) anggota DPRD Kabupaten Muara Enim. Hal itu dinilai, setelah mencuatnya nama Kepala dinas perdagangan Provinsi Sumsel yang digadang-gadang bakal menggantikan posisi jabatan PJ kepala daerah yang akan segera berkahir masa jabatannya. Menurutnya, Keputusan Gubernur Sumsel itu, akan memunculkan berbagai spekulasi diruang publik.

“Sebelumnya, kami sudah mengusulkan tiga nama bakal calon PJ Kepala daerah Kabupaten Muara Enim ke Gubernur Sumsel. Nama-nama tersebut. Ialah, Ir. H Yulius, M.Si., Kurniawan AP., M.Si., dan H. Rinaldo, S.STP”. Kata Yusran dalam wawancaranya. Rabu, 6 September 2023.

Dirinya berpendapat, bahwa tiga nama tersebut sudah memenuhi syarat untuk diajukan sebagai calon PJ Kepala daerah Kabupaten Muara Enim.

Berdasarkan rincian hasil survei dan voting dukungan dari DPRD Kabupaten Muara Enim. Ir. H. Yulius, M.Si., mendapat dukungan dari 9 fraksi, sedangkan Kurniawan, AP. M.Si., mendapat dukungan sebanyak 6 fraksi, dan H. Rinaldo, S.STP., didukung oleh 3 fraksi.

“Disini, kita bisa menilai sendiri bahwa Ir. H. Yulius, M.Si., mendapat dukungan fraksi terbanyak. Seharusnya, Yulius menjadi prioritas utama untuk didukung menjadi PJ kepala daerah Kabupaten Muara Enim. Apalagi, Yulius ini adalah pribumi asli Muara Enim yang lama berkecimpung di Kepemerintahan. Tentunya, sangat paham dengan kultur budaya Muara Enim secara mendalam”. Urainya.

Meski demikian, hal tersebut seolah tidak digubris oleh Gubernur Sumsel. Malah terkesan, bersikukuh mengajukan Kepala dinas perdagangan Provinsi Sumsel untuk menjadi PJ Kepala daerah Kabupaten Muara Enim yang jelas-jelas notabenenya bukan pribumi Kabupaten Muara Enim. Cetusnya.

“Ada misi apa Pemerintah Provinsi Sumsel di Kabupaten Muara Enim ini. Seolah-olah tidak ingin Kabupaten Muara Enim memilih pemimpinnya sendiri. Sedangkan saat ini, Kabupaten Muara Enim sudah mempunyai Sekda definitif”. Tandasnya
Sumber Berita (sriwijayatoday)
Lp (Nopri Hartono)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*