UPZ Baznas Pemprov Banten Kembali Salurkan Dana Zakat

Serang, selidikkasus.com – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pemerintah Provinsi Banten kembali menyalurkan dana zakat dari para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten. Penyaluran secara simbolis dilakukan oleh Ketua UPZ Baznas Pemprov Banten yang juga Plt Karo Kesra Setda Pemprov Banten Drs H. Toton Suriawinata di Masjid Raya Al-Bantany, KP3B Curug, Kota Serang, (3/7/2020).

Penyaluran zakat kepada yang berhak menerima zakat (8 asnaf) itu berupa bantuan sembako, sarana prasarana masjid/ musholla, bantuan untuk disabilitas, renovasi rumah tidak layak hingga bantuan untuk sarana MCK (mandi, cuci, dan kakus).

Sebanyak 2.579 paket sembako disalurkan kepada office boy, petugas kebersihan, satpam/pamdal, walka dan sopir di lingkungan Pemprov Banten. Penyaluran dana zakat lainnya berupa bantuan sarana dan prasarana masjid/ musholla, penyandang disabilitas, bantuan renovasi rumah tidak layak huni, beasiswa, serta bantuan untuk kaum dhuafa.

Hal baru dalam penyaluran kali adalah bantuan untuk renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) senilai Rp 20 juta yang menyasar 720 orang penjaga atau petugas kebersihan sekolah SMA/SMK Negeri di Provinsi Banten.
Dari total 240 SMAN/SMKN di Provinsi Banten masing-masing sekolah mengusulkan tiga (3) orang penerima.

“Penerima bantuan renovasi RTLH untuk penjaga sekolah diusulkan oleh kepala sekolah.
Seperti Pak Masri, yang mengusulkan adalah Kepala SMKN 2 Pandeglang,” ungkap Toton.

Sementara itu untuk bantuan sarana dan prasarana kali ini tujukan kepada 12 penerima yang terdiri dari masjid, musholla, dan pondok pesantren.
Bantuan yang diserahkan senilai Rp 5 juta hingga 10 juta.

Dalam kesempatan itu disalurkan pula bantuan biaya pembuatan kaki palsu dari 10 orang yang sudah terdaftar baru satu orang yang sudah rampung yaitu An. Tubi, Malingping dengan nominal senilai Rp 3 juta dan bantuan pembuatan MCK bagi keluarga tidak mampu senilai Rp 5 juta.

Disinggung soal pengumpulan zakat dari para ASN di lingkungan Pemprov Banten di saat pandemi Covid-19, Toton mengaku terjadi penurunan penerimaan zakat dari para ASN.

“Zakat yang terkumpul saat pandemi Covid-19 mencapai Rp 600 juta. Pada saat normal, zakat yang terkumpul bisa mencapai Rp 1 miliar hingga Rp 1,5 miliar,” ungkapnya.

Terpisah, sang Gubernur Banten Dr. H. Wahidin Halim (WH) meluruskan anggapan masyarakat soal pembangunan Masjid Rahmatan Lil’alamin di sekitaran objek wisata Negeri Di Atas Awan, Kecamatan Citorek Kabupaten Lebak, itu murni menggunakan APBD Pemprov Banten (kamis, 02/7/2020) rilis press cinference di depan para wartawan se-Banten dan khususon dari awak media selidikkasus.com.

“Pembangunan Masjid di Negeri Di Atas Awan merupakan inisiatif sang Gubernur Banten, H. Andihka selaku Wakil Gubernur Banten, Sekretaris Daerah, dan para ASN Pemprov Banten.
Menggunakan dana iuran yang berasal dari para ASN Pemprov Banten,” ungkapnya.

“Kalau sekarang pembangunan masjid terhenti, karena terjadi longsor pada bagian belakang lahan lokasi pembangunan masjid. Jalan menuju Negeri Di Atas Awan juga terimbas longsor.
Kalau hendak dilanjutkan, start awal jalanya harus dari Sukabumi, biayanya (cost) sangat tinggi dan lebih mahal,” tegas Gubernur WH.

Dikatakan, pembangunan Masjid Rahmatan Lil’alamiin ditujukan agar wisatawan yang datang ke Objek wisata Negeri Di Atas awan itu, agar intropeksi diri mengingat kebesaran dan rahmat atas keindahan wisata Negeri Di Atas Awan ini, yang merupakan anugerah terindah dari Sang khaliq, Allah subhana wa Ta’ala..
[LP berita H. Tommy, SH_Kaperwil Banten]